// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel tidak akan bernegosiasi dengan Hizbullah


Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, mengatakan meskipun Israel telah setuju untuk melakukan pembicaraan tentang Lebanon di Washington, DC, pada hari Selasa, namun tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah..

Lanjut...

Prof. Muhajir Masuk Bursa Bacawapres?

Prof. Muhajir Masuk Bursa Bacawapres?

 Oleh: W. Masykar

Suatu waktu, saya bertanya ke Prof. Muhajir Efendi, "Kabarnya Prof. Muhajir masuk bursa bacawapres pada Pemilu 2024 mendatang ya, untuk disandingkan dengan Capres Ganjar Pranowo? ."

"Waduh itu kadohan (itu masih terlalu jauh)," jawab Prof. Muhajir Efendi singkat tapi penuh makna.

Pertanyaan ini, jauh sebelum Prof. Zainuddin Maliki menyindir soal yang sama saat hadir di acara peresmian Aula K.H. Adnan Noor di Kelurahan Blimbing, Lamongan beberapa waktu lalu.

Prof. Zainuddin Maliki pada kegiatan tersebut, mengajak warga Muhammadiyah mendukung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sebagai bakal calon wakil presiden (Bacawapres) pada Pemilu 2024 mendatang.

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi PAN ini, untuk Dapil Lamongan-Gresik, Bangsa Indonesia memiliki satu kekurangan, yaitu pemimpin yang waras. Dan, Prof Muhadjir adalah salah satu pemimpin yang waras.

"Kalau negara ini dipimpin pemimpin yang waras, maka ekonominya waras, agamanya waras. Demikian pula sosial politik dan kebudayaannya waras waras," kata Zainuddin Maliki seraya mengutip Imam Al Ghazali, kalau rakyat hidup tidak baik itu salah pemimpinnya.

Munculnya sejumlah nama, sebut saja, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Mahfud MD, Khofifah Indarparawansa, Ridwal Kamil, AHY, Erlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Din Syamsuddin, Ahmad Heryawan, Andika Perkasa. Nama Prof. Muhajir Efendi juga makin santer masuk bursa bacawapres mendatang. Dan ini rasanya bisa menjadi pertimbangan bagi partai partai politik pengusung. Apalagi warga Muhamadiyah yang jumlahnya juga tidak sedikit, meski Muhamadiyah bukan partai politik. Setidaknya, layak menjadi pertimbangan.

Kata “waras” yang disampaikan Zainuddin Maliki, sepertinya perlu menjadi perhatian khusus bagi pemilih dalam pesta demokrasi. Namun perlu pula menahan diri untuk tidak terpengaruh dengan iming-iming yang dapat menjerumuskan dan penyesalan dikemudian hari. (Bersambung)

Redaktur

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama