// Israel bersumpah tidak akan menghentikan serangan meskipun ada upaya untuk mengakhiri perang. // ASEAN tetap berlangsung pada Mei, tetapi dipersingkat menjadi program 'minimalis' karena konflik Timur Tengah // Teheran menolak proposal 15 poin AS untuk mengakhiri pertempuran karena dianggap tidak adil. // Pemerintah Malaysia rencana mengurangi jumlah pekerja asing untuk mendorong perekrutan tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan. // Tiga juta warga Iran dan sekitar satu juta warga Lebanon terpaksa meninggalkan rumah mereka karena serangan AS-Israel.//

LINTAS BERITA

Wanita Jepang Dibunuh Mantan Pacar

Seorang pegawai toko wanita meninggal dunia setelah ditikam di sebuah kompleks komersial di distrik Ikebukuro, Tokyo, oleh seorang pria yang kemudian menikam dirinya sendiri hingga tewas. Polisi mengatakan pria tersebut adalah mantan pacar korban.
Sekitar pukul 19.20 pada hari Kamis, polisi diberitahu bahwa seorang pria bertindak kasar di dalam Sunshine City, sebuah kompleks multifungsi.
Petugas polisi mengatakan wanita itu diserang di toko Pokemon Center Mega Tokyo di lantai dua gedung tersebut. Korban yang tidak sadarkan diri dilarikan ke rumah sakit, di mana ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Petugas polisi telah mengkonfirmasi bahwa korban adalah Harukawa Moe, 21 tahun, dari Kota Hachioji, Tokyo barat dan pelakunya Hirokawa Taiki, 26 tahun, mantan pacarnya.(NHKWord-Japan)

Jelang Pilkada Serentak Hilangkan Syak Wasangka dan Narasi Tendensius (4)



Oleh : W. Masykar
Sebaiknya, nafsu ingin memenangkan kontestasi harus dengan permainan cantik dan pola pola yang elegan. Siapa saja, paslon nya jika selalu mengedepankan syak wasangka dengan melempar berbagai ragam isu yang tidak jelas dan memelintir - apalagi pilkada adalah kontestasi memilih pemimpin yang bukan sekadar pinter dan cerdas tapi juga sosok yang bisa diteladani.

Mendekati pelaksanaan pilkada serentak, di Lamongan misalnya, bukan saja perang banner tapi juga perang isu yang tidak jelas. Hujatan selalu mewarnai di setiap platform media sosial. Pada konteks ini, masyarakat sebaiknya tidak langsung menelan setiap isu yang diunggah di medsos atau media informasi lainnya, tapi mencari perbandingan - informasi yang balance - adalah hal yang harus dilakukan. 

Kedua paslon harus saling mengerem laju emosional yang bisa membuat gaduh wilayah. Bahwa setiap paslon menginginkan menjadi pemenang adalah hal wajar. Tapi jika hasrat ingin menang itu, bahkan menabrak rambu rambu etika dan etik bisa jadi malah menjadi blunder dan membuat suasana wilayah menjadi hangat. 

Tulisan terdahulu, "Pilkada Lamongan, Blunder, Framing Jalan Rusak dan Ganti Bupati" (3), ternyata (meski tidak seratus persen benar) setidaknya bisa membuat paslon nomor 2 kian terodongkrak elektabilitasnya.
Pada konteks pemilu (pilkada) James Freeman Clarke (1810-1888), suatu waktu pernah membuat statemen, seorang negarawan lebih berpikir tentang bagaimana nasib generasi mendatang, sementara politisi hanya berpikir bagaimana memenangkan pemilu yang akan datang.

Bakal pemimpin seyogianya tidak hanya memacu hasrat ingin memenangkan perlombaan, apalagi dengan menggunakan segala cara, akan tetapi juga berpikir tentang regenerasi, keteladanan dan membangun etika komunikasi yang baik.

Apalagi dengan menempatkan model model kampanye yang tendensius dan syak wasangka, bukan saja pelan tetapi pasti akan merugikan, bahkan membuat suasana kehidupan bermasyarakat menjadi saling curiga antar pendukung. (Bersambung)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama