Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Mujudi Purba, Perahu Konting dan Kisah Tenggelamnya Kapal Van der Wijck 1936

 
"Mujudi Purba, Nelayan Brondong yang kini tengah menyelesaikan miniatur Perahu Konting menginspirasi sekaligus mengingatkan sejarah tenggelamnya Kapal mewah yang dibuat di galangan kapal Feijenoord, Rotterdam, Belanda pada tahun 1921 milik perusahaan Koninklijke Paketvaart Maatschappij, Amsterdam. Populer di sebut Kapal Van der Wijck"

Laporan : Warminto Masykar
Konting adalah salah satu model perahu nelayan yang digunakan nelayan Pantura Lamongan untuk beraktivitas melaut. Khususnya nelayan di Brondong. Meski ijon ijon atau jenis lainnya juga banyak digunakan. Namun, Konting yang paling populer dan banyak digunakan oleh nelayan di wilayah ini.
Perahu Konting mengingatkan kisah legendaris tenggelamnya kapal Van der Wijck pada 20 Oktober 1936.
"Nelayan yang ikut melakukan penyelamatan itu, antara lain, Mo Mad, Adi Todeh dan Suro Mian," kata Mujudi Purba
Saat itu, nelayan Desa Brondong, Lamongan, Jawa Timur, berhasil menyelamatkan 140 penumpang kapal Van der Wijck dengan menggunakan perahu Konting.

Meski ada yang menyebut nelayan saat membantu menyelamatkan para penumpang Kapal mewah yang dibuat di galangan kapal Feijenoord, Rotterdam, Belanda pada tahun 1921 itu, menggunakan jenis ijon ijon.

Namun, salah seorang nelayan Brondong Mujudi Purba yakin, bahwa jenis perahu yang digunakan oleh nelayan membantu menyelamatkan penumpang kapal Van der Wijck adalah perahu Konting.Miniatur Perahu Konting karya Mujudi Purba
"Oleh karena itulah, saya membuat miniatur perahu Konting ini, agar cerita sejarah itu tidak simpang siur," Ungkap Mujudi Purba.

Dari berbagai sumber disebutkan, sesampainya di pelabuhan Surabaya, kapal membawa muatan 150 ton besi dan 5 buah kondensor dengan masing-masing seberat 3 ton.

Pelayaran kapal mewah berakhir di Perairan Lamongan, Jawa Timur sekitar 12 mil dari Pantai Brondong, Lamongan. Ditengarai kapal tidak hanya memuat penumpang tapi juga  membawa barang-barang berharga.Tercatat 153 penumpang selamat, 58 penumpang tewas, dan 42 lainnya hilang seperti di tulis oleh de Telegraaf pada 22 Oktober 1936. Diperkirakan ada 250 orang yang ada di dalam kapal. Sumber lain, menyebut  jumlah penumpang pada saat itu adalah 187 warga pribumi dan 39 warga Eropa.

Awak kapal terdiri dari seorang kapten, 11 perwira, seorang telegrafis, seorang steward, 5 pembantu kapal dan 80 ABK dari pribumi. Kapal ini diberitakan miring saat berada 64 kilometer barat daya Surabaya.Setelah itu, hanya butuh enam menit hingga seluruh badan kapal tenggelam. Proses evakuasi yang melibatkan banyak orang, dari nelayan, pilot pesawat terbang, hingga kapal Angkatan Laut Belanda.

Pemerintah Hindia Belanda sempat mengerahkan delapan pesawat udara Dornier dikirim untuk menyelamatkan penumpang. Termasuk kapal bantuan dan perahu nelayan setempat turut membantu mengevakuasi korban.Sayangnya, bantuan itu tak dapat menyelamatkan penumpang kapal secara keseluruhan. Sebanyak 75 penumpang dinyatakan hilang. Namun Kapten Akkerman, Nakhoda kapal selamat dari peristiwa itu."Nelayan yang ikut melakukan penyelamatan itu, antara lain, Mo Mad, Adi Todeh dan Suro Mian," kata Mujudi Purba.

Masih kata dia, karena bantuan yang diberikan oleh nelayan saat itu, tidak tanggung tanggung, pemerintah Belanda akhirnya memberi hadiah kepada nelayan Brondong, berupa Perahu Konting ini."Nah, karena Perahu Konting ini, memiliki nilai sejarah yang luar biasa, saya lantas berusaha mengabadikan dengan dengan membuat miniatur Konting ini," lanjut Mujudi Purba. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...