Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

M Yasin: Fenomena Premanisme Dunia Usaha Memprihatinkan


Barru (wartamerdeka. info) - Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Sulawesi Selatan, H. M. Yasin Azis mengaku prihatin atas penomena premanisme dalam dunia usaha. 

Keprihatinan pengusaha bugis ini sama seperti yang dirasakan juga Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Ilham Akbar Habibie. 

Hal ini terungkap ketika keduanya bertemu dan duduk satu meja pada Rakernas Serikat Koordinasi Nasional ISMI yang diadakan di kediaman mendiang B.J Habibie, di Bandung, Rabu (16/4/ 2025) lalu. 


Keduanya sepakat, premanisme dalam dunua usaha adalah masalah nasional yang harus diselesaikan. Namun demikian terkait masalah keamanan yang ditimbulkan, hal ini tentu merupakan tugas pemerintah setempat menanggapi penghapusan preman terhadap iklim investasi di Indonesia. 

Yasin yang pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar di Hotel Four Points Makassar, belum lama ini tampil dalam sesi Sukses Story, juga berdiskusi panjang dengan putera mendiang Presiden BJ Habibie terkait perkembangan dunia usaha yang dikelola saudagar Muslim.

Owner Depo Misi Pasaraya Yasin Asiz kepada Wartamerdeka. Info mengakui, untuk menumbuhkan iklim usaha yang kondusif pengusaha yang tergabung dengan ISMI bisa memberikan ide-ide untuk memperbaikinya agar kondisinya lebih baik. 

Diakui, dari realitas yang ada, premanisme didorong oleh situasi di sisi ekonomi. Terus terang banyak orang yang menganggur dan itu menimbulkan adanya kebutuhan. Oleh karena itu perlu kerjasama banyak pihak untuk mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini. (syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama