TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Nasionalisme Diuji: "Fenomena bendera Anime dan desakan pendidikan kewarganegaraan"

Kediri, wartamerdeka.info, - Di tengah euforia menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, fenomena memprihatinkan menyita perhatian publik. Anak-anak muda terlihat mengibarkan bendera bergambar karakter anime, alih-alih sang saka Merah Putih.

Fenomena ini mendorong Ketua Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Kediri, Adham Hakam Amrulloh, untuk angkat bicara. Ada kekhawatiran mendalam terhadap luntur-nya semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.

"Bendera kita itu Merah Putih. Ini adalah lambang perjuangan dan identitas bangsa kita. Bukan karakter dari film kartun," Ungkap Adham, Jumat (8/8/2025).

Dia merasa miris jika di bulan kemerdekaan, merasa lebih bangga mengibarkan simbol dari negara lain. "Ini menandakan ada yang salah dengan pemahaman kebangsaan kita", katanya.

Menanggapi fenomena ini, Adham menekankan bahwa masalah ini bukan hanya sekadar tren sesaat, melainkan gejala dari kurangnya pemahaman pendidikan kewarganegaraan di sekolah dan di rumah.

Menurutnya, pemahaman mendalam tentang sejarah, ideologi, dan nilai-nilai luhur bangsa adalah kunci untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air.

"Indonesia ini milik kita, para pemuda yang peduli dan siap berkorban. Bukan untuk karakter anime yang mereka tonton, Jika ingin berjuang untuk Indonesia, perjuangkan dengan cara yang benar, bukan dengan cara yang salah", jelas Adham.

Adham menyerukan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk lebih menggalakkan pendidikan kewarganegaraan secara komprehensif.

- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yang dipimpin oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, memiliki peran utama dalam merumuskan kurikulum dan kebijakan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.
- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan program-program yang memperkuat kesadaran bela negara dan nasionalisme di masyarakat.
 - Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan, bertugas mengimplementasikan program-program nasional dan lokal yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan siswa dan masyarakat.
- Orang Tua dan Keluarga juga memegang peranan krusial sebagai agen pertama dan utama dalam membentuk karakter dan identitas kebangsaan anak-anak mereka.

Dengan kerja sama dari berbagai pihak, diharapkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Bendera Merah Putih dapat kembali membara di dada setiap anak bangsa.(Nob/wm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama