// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Kepala BPS: Kabupaten Barru Berpotensi Menjadi Lumbung Pangan dan Agribisnis di Kawasan Sulawesi Selatan


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Indikator ketenagakerjaan Kabupaten Barru (Barru) menunjukkan tren positif. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) baik laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan dalam kurun 2023–2025, sementara tingkat pengangguran terus menurun.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, ST. M. Si. M. Eng. P.hd, saat audiensi dengan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, SH. M.Si di Kantor BPS.RI Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, ini mencerminkan perbaikan struktur ekonomi dan meningkatnya aktivitas produktif masyarakat. Dari sisi makro ekonomi, pertumbuhan Barru pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,16 persen. Angka ini dinilai cukup baik, namun masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan melalui penguatan sektor-sektor unggulan daerah.

Dikatakan, Potensi Barru semakin menonjol pada sektor perikanan dan pertanian. Sementara komoditas udang menjadi primadona dengan produksi sekitar 4,4 ribu ton per tahun, menjadikan Barru sebagai produsen terbesar keempat di Sulawesi Selatan.

Selain itu, lanjutnya, budidaya rumput laut juga berkembang dengan peluang hilirisasi industri yang menjanjikan. Sedangkan di sektor hortikultura, Barru menunjukkan daya saing yang kuat. 


"Kabupaten ini (Barru, red) tercatat sebagai produsen nanas terbesar di Sulawesi Selatan dengan produksi mencapai sekitar 410 ribu kuintal, serta menjadi produsen melon terbesar kedua," ujar Amalia menjelaskan. 

Lebih lanjut Amalia menjelaskan, capaian ini menegaskan Barru sebagai salah satu lumbung pangan dan agribisnis potensial di kawasan tersebut. Keunggulan tersebut diperkuat oleh karakteristik wilayah Barru sebagai daerah “tiga dimensi” yang memiliki kawasan pesisir, dataran rendah, hingga pegunungan. 

Maka kombinasi ini menjadikan Barru memiliki spektrum potensi yang lengkap, mulai dari kelautan, pertanian, hingga pengembangan ekonomi berbasis wilayah.

Dalam audiensi tersebut juga dibahas dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. BPS mengapresiasi komitmen Bupati Barru yang telah mendorong partisipasi masyarakat melalui penerbitan Surat Edaran, sebagai upaya menghadirkan data yang akurat dan berkualitas untuk perencanaan pembangunan.

Sementara itu Bupati Barru, Andi Ina, menegaskan komitmennya untuk menjadikan data sebagai dasar utama dalam setiap perumusan kebijakan pembangunan. 

"Ke depan, seluruh program prioritas daerah akan disusun lebih terarah, terukur, dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat sebagaimana tergambar dalam data statistik yang akurat dan mutakhir", tegas Bupati. 

Selain itu, lanjut Bupati, pihaknya juga mendorong percepatan hilirisasi potensi unggulan daerah, khususnya pada sektor perikanan, pertanian, dan hortikultura. Komoditas seperti udang, rumput laut, dan nanas, kopi tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi dikembangkan hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran bernilai tambah, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan daya saing daerah.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. 

"Dengan dukungan data dari BPS RI, Barru optimistis dapat bertransformasi menjadi daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan, dengan pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat", tandas Bupati. 

Turut hadir membersamai Bupati Barru,  Plh. Sekda A. Syarifuddin, S.IP., M.Si; Kepala Bapperida, Andi Unru, ST., M.SP; Kadis Lingkungan Hidup, Andi Adnan Aris, S.STP., M.Si; Kabag Protokol Setda, H. Much. Taufiq Aris, S.ST., M.M – Kabid Ekosbangwil Bapperida Andi Mulyani, ST., M.Si. (Syam)

Redaktur

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama