// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Penyelidikan PBB: Perang Israel di Gaza adalah Genosida

Warga Palestina yang mengungsi melarikan diri dari operasi militer Israel di Kota Gaza dan bergerak ke selatan pada 15 September 2025 [Mahmoud Issa/Reuters]

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Penyelidikan PBB menyatakan perang Israel di Gaza adalah genosida, dan menuntut pertanggungjawaban pemerintah, setelah sebelumnya menggunakan pernyataan para pejabat Israel dan bukti di lapangan sebuah momen penting setelah hampir dua tahun perang.

Hal ini disampaikan Navi Pillay, Ketua Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB tentang Wilayah Palestina yang diduduki, kepada Al Jazeera pada Selasa tentang temuannya, yang menuntut pertanggungjawaban para pemimpin Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dan Presiden Isaac Herzog.

“Kami telah mengidentifikasi presiden, perdana menteri, dan mantan menteri pertahanan berdasarkan pernyataan dan perintah yang telah mereka berikan,” kata Pillay dalam sebuah wawancara.

Menurut Pillay, ketiga individu ini adalah agen negara, menurut hukum, negara bertanggung jawab. Jadi pihaknya mengatakan bahwa Negara Israel-lah yang telah melakukan genosida.

Menurut laporan tersebut, komisi menemukan, bersama dengan pernyataan yang dibuat oleh para pejabat Israel, terdapat “bukti tidak langsung” yang mengarah pada temuan mereka tentang niat genosida.

“Komisi menyimpulkan bahwa otoritas Israel dan pasukan keamanan Israel memiliki niat genosida untuk menghancurkan, seluruhnya atau sebagian, warga Palestina di Jalur Gaza,” demikian temuan laporan tersebut.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel mengecam temuan penyelidikan tersebut sebagai “palsu” dan menuduh dalam sebuah unggahan di X bahwa penulis laporan tersebut “bertindak sebagai proksi Hamas”.

“Laporan tersebut sepenuhnya bergantung pada kebohongan Hamas, yang dicuci dan diulang oleh pihak lain,” kata kementerian tersebut. “Israel secara kategoris menolak laporan yang menyimpang dan palsu ini dan menyerukan penghapusan segera Komisi Penyelidikan ini,” tambahnya.

Perwakilan tetap Israel untuk PBB, Daniel Meron, juga mengutuk temuan penyelidikan tersebut dan menyebutnya sebagai “skandal”, “palsu”, dan “celoteh yang memfitnah”.

Ini bukan pertama kalinya Israel secara resmi dituduh melakukan genosida di Gaza.

Pada tahun 2023, Afrika Selatan mengajukan kasus di Mahkamah Internasional terhadap Israel, menuduhnya melakukan tindakan di Gaza yang setara dengan genosida. Kasus tersebut masih berlangsung.

Pada bulan April, Amnesty International menemukan bahwa Israel melakukan "genosida yang disiarkan langsung" di Gaza dengan "niat khusus" untuk memusnahkan warga Palestina. (sumber Aljazeera)

Redaktur

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama