Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sekolah Rakyat, Prioritaskan Kualitas Bangunan dan Tenaga Kerja Lokal


BARRU (wartamerdeka.info) - Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari,SH. M.Si., memimpin rapat koordinasi persiapan operasional Sekolah Rakyat yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 5 Kantor Bupati Barru, Rabu (8/7/2026).

Agenda rapat memastikan seluruh aspek pembangunan dan layanan, siap sebelum diresmikan serentak oleh Presiden Republik Indonesia pada 14 Juli 2026.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengawal proses hingga Barru menjadi salah satu dari sembilan daerah di Sulawesi Selatan yang memperoleh Program Sekolah Rakyat Permanen.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan.

Rapat difokuskan pada kesiapan ruang belajar, asrama, fasilitas pendukung, perlengkapan siswa, serta koordinasi lintas instansi agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal sejak hari pertama.


Kepada kontraktor pelaksana PT Waskita Karya, Ardian Saputra, Bupati menegaskan agar penyelesaian pembangunan tetap mengutamakan kualitas dan meminta target penyelesaian bangunan pada 20 Juli 2026 dipenuhi tanpa mengabaikan standar keamanan dan kenyamanan.

"Jangan memburu target waktu tetapi mengabaikan kualitas bangunan. Sekolah Rakyat ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Barru," tegasnya.

Bupati juga memberi perhatian khusus pada fasilitas sanitasi. Menurutnya, toilet yang bersih dan layak merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi siswa.

Selain pembangunan fisik, Bupati meminta seluruh perlengkapan siswa dipastikan tersedia melalui koordinasi dengan Kementerian Sosial. Ia menginstruksikan seluruh OPD menjalankan tugas sesuai kewenangan, mulai dari pemeriksaan kesehatan calon siswa, pengamanan, hingga pengelolaan lingkungan.

"Semua OPD harus bergerak. Jangan ada yang bekerja sendiri-sendiri. Kita sukseskan bersama karena ini adalah program negara sekaligus kebanggaan masyarakat Barru," ujarnya.

Bupati juga menekankan agar kehadiran Sekolah Rakyat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Ia meminta pengadaan barang dan jasa serta perekrutan tenaga pendukung seperti petugas keamanan, kebersihan, dan juru masak memprioritaskan masyarakat dan pelaku usaha lokal sesuai ketentuan Kementerian Sosial.

"Saya tidak ingin masyarakat Barru hanya menjadi penonton. Program ini harus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat Barru," tegasnya.

Sementara itu, tenaga pendidik diminta direkrut secara profesional berdasarkan kompetensi, sedangkan penerimaan siswa tetap mengacu pada ketentuan pemerintah dengan memprioritaskan keluarga desil 1 dan desil 2.

Bupati juga meminta PDAM memastikan kebutuhan air bersih Sekolah Rakyat terpenuhi tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat sekitar.

Sebelumnya, Ardian Saputra dari PT Waskita Karya menyampaikan sebanyak 330 siswa dijadwalkan mulai memasuki kawasan Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026 dengan memanfaatkan fasilitas awal, sementara penyelesaian bangunan permanen ditargetkan rampung pada 20 Juli 2026.

Perwakilan Kementerian Sosial RI, Nurlina, mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Barru. Berdasarkan hasil pemantauan di Sulawesi Selatan, progres persiapan Sekolah Rakyat di Barru dinilai menjadi salah satu yang paling maju dan diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain.

Rapat dihadiri kepala OPD terkait, Kepala BPS Kabupaten Barru, tim Kementerian Sosial RI, Camat Soppeng Riaja, jajaran Sekolah Rakyat, Kepala Desa Lawallu, dan undangan lainnya.(syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama