Skip to main content

DPRD Nilai Penggabungan Sejumlah SKPD Kurang Pas

BLORA- Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Blora menilai bahwa rencana perampingan dan penggabungan instansi SKPD dinilai kurang pas. Bupati Blora Djoko Nugroho mengajukan rancangan Peraturan Derah  tersebut kepada DPRD Rabu (6/10).

Dia mengungkapkan bahwa jumlah SKPD yang semula ada 15 instansi akan dilebur menjadi 12 instansi, dan yang berjumlah intansi tehnis 13 dilebur menjadi 11. Adapun ada beberapa Instansi yang menjadi target untuk digabung di antaranya adalah Dinas Perhubungan (Dishub ) digabung dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pertenakan dan perikanan digabung dengan Dinas Pertanian dan perkebunan, Dinas Pekerjaan Umum  (DPU) menjadi Induk Dinas perumahan pertahanan dan tata ruang (DPPTR).

Untuk Dinas lain yang akan dilebur yaitu BPPT dengan kantor Pelayanan Modal, dan badan pemberdayaan Masyarakat dan desa digabung dengan badan pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana (BP3AKB) sedangkan untuk kantor ketahanan pangan akan dikombinasikan dengan badan pelaksaan penyuluhan.

Di lingkungan Sekretariat Daerah (Sekda ) yang bagian keuangan akan  dilebur dengan bagian administrasi pembangunan dan tata pemerintahan menjadi satu dengan bagiam pemerintahan desa.

Salah satu Wakil Ketua DPRD, Aminudin Abdillah menyatakan bahwa reformasi birokrasi dan SKPD ini belum pas karenanya Raperda perlu dipelajari terlebih dahulu. Sedangkan Sutrisno dari fraksi Golkar memaparkan bahwa SKPD terkait harus dilebur atau dikombinasikan karena mempertimbangkan lembaga tersebut mempunyai sifat dan tugas yang sama serta nantinya ke depan bisa lebih baik.

“Tapi juga nantinya dinas yang digabung tersebut mempunyai tugas dan fungsi yang berat juga dan lebih baik dikaji ulang terlebih dahulu sebelum diputuskan,”tandasnya.  (Mudi)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.