Skip to main content

Gara-gara Kerja Bakti Menebang Pohon Pisang, Kades Gedangan, Lamongan, Jadi Tersangka

Keterangan Foto: Lukmanul Hakim, Direktur LABH Al Bana Lamongan
LAMONGAN-Muh, (35,) Mus, (43), Yask, (60), Kod, (50), Dom, (55), Mal, (60), dan Jup, (65),  Warga Desa Gedangan, Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ditetapkan sebagai tersangka, menyusul dugaan telah melakukan Perbuatan Tindak Pidana Pengrusakan  Batang Pisang sesuai Pasal 170  KUHP., atas adanya Laporan ALI AFANDI, warga desa setempat, seperti dalam Laporan Polisi No. Pol. : K/LP/10/VI/2010/Jatim/Res.Lamongan/Sek. Maduran,  Tanggal 28 Juni 2010. 
Kejadian tersebut, bermula saat tersangka melakukan kerja bakti dalam rangka menyambut HUT RI kemarin. Dalam kerja bakti tersebut, selain membersihkan jalan lingkungan juga memangkas (menebangi) pohon-pohon di pinggir jalan yang dinilai mengganggu kenyamanan warga. Ada beberapa pohon pisang yang pertumbuhannya meluber hingga ke areal tanah negara
Ali Afandi, yang mengaku pemilik pohon pisang tersebut. lantas melapor ke Polsek Maduran.
Setelah polsek menerima laporan tersebut, kasusnya kemudian dilimpahkan ke Polres Lamongan. Muh cs, menjadi tersangka atas kejadian tersebut. Padahal pohon pisang yang ditebangi tumbuh di atas tanah Negara (di atas plengsengan tanah desa).
Menariknya, seharusnya polisi mendapat laporan itu, sebelum kasus ditindaklanjuti harus turun ke TKP untuk menguatkan adanya laporan warga bila diperlukan, mereka dipanggil untuk dikonfrontir dan diberikan pembinaan secukupnya. Parahnya, pada perkembangan berikutnya. Kades Gedangan ALI GHUFRON, lantas dijadikan Tersangka dengan alasan turut serta,  sebagaimana adanya Surat Panggilan No. Pol. : SPG/454/IX/2010/Satreskrim, tertanggal 02 September 2010, seperti yang  dimaksud dalam :  Pasal 55 jo 170 KUHP. Sebab ikut memerintahkan dalam kerja bakti saat menyambut HUT RI, 17 an di desanya. Menanggapi kasus ini, Lukmanul Hakim, direktur LBH Albana Lamongan, mengatakan, tanaman pisang tersebut kan berdiri dan tumbuh di atas tanah Negara atau tanah desa, dan itu adalah milik Negara bukan milik perorangan.
“Jelas keputusan sebagai tersangka tersebut sangat subjektif, ada human of interestnya, biasa rival kades. Karena demi kepentingan umum, sesuai perpres Nomor 65 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Perpres No. 36, tahun 2005, Tentang Pengadaan Tanah bagi pelaksana Pembangunan untuk kepentingan umum, diperbolehkan, bagaimana Polisi itu?,” tegas Lukman. Karena menurut, praktisi hokum ini, seharusnya bisa masuk wilayah perdata, menyangkut hak kepemilikan tahan. (Mas)

Comments

alphakey said…
yah itulah hukum di indonesia yang bisa seenaknya dimainkan dengan uang
perangkat hukum yang korup

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.