Skip to main content

Paud Manggis Manis I Pasawahan Kidul Menunggu Anggaran Pemkab Purwakarta

Keterangan Foto: Dike Nurul (Penggagas PAUD Manggis Manis I)

PURWAKARTA- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Manggis ManisI I yang terletak di Desa Pasawahan Kidul Kecamatan Pasawahan ini mungkin PAUD satu-satunya di Purwakarta yang sampai saat ini belum memiliki gedung untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Padahal, PAUD Manggis Manis I telah berdiri kurang lebih dua tahun ini. Tapi, hingga saat ini penyelenggara PAUD memberikan KBM terhadap siswa-siswi masih numpang di Aula Kantor Balai Desa Pasawahan Kidul.

Penggagas berdirinya PAUD Manggis Manis I Dike Nurul saat dijumpai wartawan wartamerdeka.com di ruang kerjanya belum lama ini menerangkan, setelah berdirinya PAUD Manggis Manis I ini ternyata minat warga masyarakat sangat besar untuk menyekolahkan anak-anaknya.
         
“Tahun Ajaran 2010 ini sedikitnya 27 siswa-siswi PAUD Manggis Manis I mengikuti KBM bertempat di Aula Kantor Desa Pasawahan Kidul. Akan tetapi, saya sangat prihatin ketika melihat siswa-siswi sedang belajar dengan kondisi fasilitas yang memang bukan selayaknya melakukan KBM di Aula Kantor Balai Desa Pasawahan Kidul ini,” ujarnya.

Ketika melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM)  siswa-siswi PAUD Manggis Manis I terkadang terganggu karena seringnya Aula Kantor Desa Pasawahan Kidul tersebut dipakai untuk kegiatan rapat atau musyawarah kepentingan staf, aparat desa maupun masyarakat. Sehingga terpaksa mau tidak mau KBM siswa harus dihentikan. Saat ini, Tenaga Pengajar / Guru PAUD Manggis Manis I sebanyak 3 orang, 1 orang Tenaga Administrasi, dan sebagai Kepala PAUD dinakhodai Siti Sofiah.

Untuk itu, katanya, pihak penyelenggara PAUD Manggis Manis I berharap kepada Pemkab Purwakarta dalam hal ini Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi, SH memperhatikan sekaligus dapat mengucurkan anggaran untuk mendirikan Gedung PAUD Manggis Manis I tersebut.  

“Selain itu, Yang Terhormat Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta Komisi 4 semoga dapat meresfon keinginan kami ini. Sehingga KBM siswa-siswi tidak lagi menumpang di Aula Kantor Balai Desa Pasawahan Kidul”tambahnya.

Menurutnya, apabila nanti anggaran dapat dikabulkan, pihaknya telah sediakan lahan tanah yang berdekatan dengan lokasi desa. “Bangunan PAUD sekurang-kurangnya memilki ukuran 4x8 M2 dan membutuhkan dana sekitar Rp. 60 juta rupiah,”ungkap Dike Nurul yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Pasawahan Kidul ini mengakhiri perbincangan. (Deni)        

Comments

yanda said…
Salam perkenalan dari kami PAUD Embun Pagi Cimahi Jawa Barat
warta merdeka said…
Salam untuk rekan-rekan di PAUD Embun Pagi Cimahi ya...Kalau ada informasi yang perlu disampaikan kepada masyarakat, boleh dikirim ke email kami..nanti dimuat di blog.wartamerdeka.com dan wartamerdeka.com... tks...

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).