Skip to main content

Pelanggan Keluhkan Pasokan Air PDAM Rembang Keruh

REMBANG-Sejak Sabtu dinihari aliran air ke pelanggan PDAM Rembang wilayah barat keruh tak layak digunakan. Di tengah malam dengan menahan dingin, pelanggan terpaksa menguras tempat penampungan air.    

Bekti Mulyo warga RT 4/RW 3 desa Sumberjo kecamatan Rembang kota salah satu pelanggan menginformasikan, selama sepekan terakhir pasokan air PDAM di daerahnya hanya mengalir pada malam hari saja. Oleh karena itu pelanggan terpaksa bangun dini hari untuk mengisi tempat penampungan air. 

Namun sesal Bekti, semalam air yang mengalir keruh seperti bercampur lumpur. Sehingga terpaksa dimatikan dan menguras tempat penampungan air. Tetapi saat mengalirkan kembali ternyata pasokan air PDAM justru mati.

Bekti menambahkan, dia dan para tetangga akhirnya iuran membeli air bersih satu tanki dari penjual air bersih yang biasa lewat. Tentunya hal ini memberatkan warga, karena harus merogoh kantong untuk pengeluaran tak terduga akibat pelayanan PDAM yang mengecewakan.

Sementara itu Kepala Bagian Tekhnik PDAM Rembang Suroso saat dihubungi menjelaskan, begitu menerima laporan pasokan air dari instansinya keruh, segera memeriksa reservoar/pengolahan air di daerah Mbesi kecamatan Rembang kota yang selama ini produksinya digunakan memenuhi pasokan air pelanggan yang tinggal di wilayah Rembang barat. Disebutkan produk air dari instalasi resorvoar tidak bermasalah, sangat jernih.

Menurut Suroso, pihaknya segera menginstruksikan staff bagian tekhnik melakukan pemeriksaan semua pipa sambungan menuju kediaman pelanggan, guna mengetahui apakah terjadi kebocoran. Pasalnya beberapa waktu lalu pernah terjadi hal sama, pasokan air PDAM keruh karena terkontaminasi tanah.

Suroso menambahkan, pelanggan diharap bersabar untuk sementara sampai pihaknya  menemukan dan membenahi kebocoran pipa. Dijanjikan hari ini pasokan air ke rumah pelanggan sudah jernih seperti sedia kala. (hasan/kir)

 



Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.