Skip to main content

Akibat Jebolnya Tanggul Kali Citarum, Enam Titik Sarana Pipa PDAM Bekasi Rusak

BEKASI-Meski, enam titik saluran pipa PDAM belum berfungsi secara normal akibat gerusan air Kali Citarum, pendistribusian air bersih bagi 300 pelanggan di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, tetap berjalan dengan penyedotan pompa air.

Jebolnya beberapa tanggul akibat meluapnya air kali Citarum diikuti curah hujan yang cukup tinggi, pekan lalu, menyebabkan pipa sepanjang 100 meter belum bisa dialirkan air bersih tersebut. Namun, sebagai langkah alternatif tindakan yang dilakukan Unit Cabangbungin PDAM Tirta Bhagasasi yakni dengan penyedotan pompa air dari Desa Jayasakti menuju Desa Pantai Mekar berjarak 25 kilometer.

"Kami belum bisa mendistribusikan air besih melalui tanki mobil, karena akses menuju desa itu masih terputus. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, alternatif lain dilakukannya dengan cara penyedotan pompa air untuk didistribusikan ke sejumlah pelanggan," kata staf Distribusi Unit Cabangbungin PDAM Tirta Bhagasasi, diruang kerjanya, kemarin.

Dijelaskan, enam titik kerusakan pipa distribusi berada di sepanjang dua Kampung, yakni Kampung Singkil dan kampung Grombongan, Desa Pantai Mekar. Namun, sejauh ini pipa distribusi tidak mengalami kerusakan berat seperti tahun lalu. hanya saja, pipa-pipa tersebut ada yang terputus dan terangkat akibat tergerus air kali Citarum. "Kami, sekarang ini masih menunggu penyelesaian pengurugan dan pembuatan tanggul oleh warga ekitar serta pengerjaan proyek leaning oleh Bina marga," jelasnya.

Untuk poses pendistribusian air bersi, pihaknya belum bisa memastikan sejaumana penyelesaian tanggul tersebut. Sementara, lanjut Oha, untuk wilayah Kampung Gaga di Desa Pantai Mekar, tidak mengalami kerusakan. Sebab, tengah ada pengerjaan leaning (tanggul beton) dari Bina Marga. "Harapan kami, setelah tanggul beton selesai pipa distribusi tidak terganggu," harapnya.

Dari pantauan wartamerdeka.com, jalan yang menghubungkan Kecamatan Muaragembong masih terputus. Sebagai alternatif, warga bersama perangkat desa bahu membahu membuat tanggul jembatan dengan bambu yang dapat dilalui kendaraan bermotor. (dharma)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).