Skip to main content

Pemkab Rembang Godog Perbup Tentang Warnet

REMBANG-Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab.Rembang tengah menggodok sebuah Peraturan Bupati tentang pengawasan dan pengendalian akses situs porno di warung internet (Warnet). Perbup akan menjelaskan secara rinci hal hal tekhnis semisal ruangan bagian dalam Warnet, bilik hingga mengatur masalah sanksi.


Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang Suyono mengatakan jika ada warnet diketahui kerap menjadi pusat akses situs porno, maka bisa terkena sanksi peringatan hingga pencabutan izin usaha. "Pemilik Warnet perlu memperhatikan masalah ini dan tidak melulu mengejar untung, sehingga penggunaan internet yang sehat dapat memberikan efek positif bagi pembelajaran masyarakat, terutama kalangan generasi muda," ujarnya.

Disebutkan memang sudah ada perangkat hukum untuk mengurangi situs porno melalui UU Informasi Dan Transaksi Elektronik, tetapi Peraturan Bupati sangat perlu, karena langsung menyesuaikan dengan kondisi lokal. "Dishubkominfo menargetkan tahun 2011 Perbup sudah bisa berjalan," cetusnya.

Ditambahkan, tak hanya itu saja, upaya lain dengan memblokir pencarian otomatis semua yang berbau pornografi juga berlaku untuk satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemkab Rembang.

"Karena terlebih dahulu pegawai negeri sipil harus memberikan contoh yang baik untuk masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja rembang Slamet Riyadi menyambut baik rencana diterbitkannya perbub tersebut. Jika peraturan tersebut diberlakukan, katanya, Satpol PP memiliki aturan yang bisa dijadikan pijakan dalam mennindak sejumlah warnet yang dianggap menyimpang dari ketentuan. "Kita memang dilibatkan dalam penyusunan rancangan peraturan tersebut. Harapan kami dengan keberadaan aturan itu nantinya pemilik usaha warnet bisa lebih tertib tanpa mengurangi tingkat kenyamanan dan privasi penggunanya," ujarnya

Sampai sekarang ini jumlah warnet di Kab. Rembang yang sudah terdata sekira 50 an lokasi, tetapi akan terus bertambah seiring dengan menjamurnya warnet baru hingga di pelosok pedesaan.(hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).