Skip to main content

Sebelas Tersangka Pengeroyokan di Rembang Dituntut Enam Tahun Penjara

Keterangan Foto: Sejumlah keluarga terdakwa berdoa di depan Pengadilan Negeri Rembang.

REMBANG-Ratusan Warga  Desa Sembiyan  kembali mendatangi  Pengadilan Negeri  Rembang untuk menyaksikan jalannya persidangan yang berlangsung  secara tertutup. Satu kompi  (125 personel) Polres   Rembang  berjaga-jaga di luar gedung . Tak seperti pengamanan sebelumnya  mengingat agenda pembacaan tuntutan  oleh jaksa penuntut umum , agaknya kali ini aparat  lebih memperketat pengamanan. Bahkan  aparat  sempat melakukan sweeping  kepada seluruh warga sembiayan  di depan pintu masuk kantor pengadilan negeri Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo didampingi,Kasubag Humas Polres Rembang Ipda Abbas mengatakan,langkah pengamanan memang segaja ditingkatkan semata-mata untuk  mencegah terjadinya tindakan anarkis ataupun kejahatan. ’’Termasuk  sengaja melakukan sweeping kepada warga untuk menghindarkan penggunaan benda-benda tajam yang itu bisa membahayakan orang lain,’’ujarnya.
Jaksa Penuntut Umum  Suwono  mengatakan, para pelaku dituntut  hukuman masing-masing selama enam tahun . Hal ini mengingat  pembunuhan  dilakukan secara sadis dan tidak manusiawi dan korban sendiri salah sasaran. ’’Para terdakwa yang berjumlah 11 orang dijerat dengan pasal 170 ayat 2 ke 2 dan 3 dengan hukuman maksimal enam tahun penjara,’’ungkapnya.

Selain itu,  kata dia, kejadian itu juga memiliki dampak yang begitu besar yakni membuat resah masyarakat, mengakibatkan penderitaan lahir bathin baik korban maupun anggota keluarga korban. ’’Semestinya tuntutan  hukumannya  selama 12 tahun, namun karena para tersangka masih anak-anak hukuman yang dikenakan hanya separuhnya  yakni 6 tahun penjara ,’’ungkapnya.

Dia berharap, tuntutan hukuman bagi 11 terdakwa warga Mojowarno  bisa dikabulkan oleh majelis hakim nantinya. Kalaupun tidak bisa minimal 2/3 dari tuntutan yang diajukan dalam persidangan. .’’Jika   putusan hakimkurang atau tidak sesuai  aturan ,dan apa yang dituntutkan ,tentu kami   akan  mengupayakan banding,’’tukasnya.

Perwakilan Pengunjuk rasa ,Suyatman mengaku , merasa  kecawa dengan tuntutan yang terlihat meringankan para terdakwa dengan hanya tuntutan maksimal  enam  tahun penjara saja. Padahal,  kata dia, hukuman itu belum sebanding dengan perbuatan meraka. ’’Namun demikian kami akan tetap menghormati dan  mengikuti proses hukum yang berlaku,’’keluhnya.

Sementara itu kepala desa Mojowarno Sumardi mengatakan, sebagai aparat pemerintah desa bagaimanapun memiliki kewajiban mendampingi warganya, meskipun sedang terbelit kasus hukum. Dia menilai tuntutan yang diajukan JPU akan di hormati sebagai bagian dari ekanisme hukum yang berlaku. ’’Sehingga apapun itu merupakan yang terbaik, sambil menunggu keputusan  hakim nantinya,’’ujarnya.

Dia menceritakan,  pada saat pembacaan tuntutan oleh JPU mayoritas ibu para tersangka shock dengan hal tersebut. Bahkan,  kata dia, sempat ada beberapa orang tua (red-ibu )  yang  pingsan usai mendengarkan pembacaan tuntutan. ’’Namun akhirnya meraka pasrah dan menerima kondisi yang seperti itu, pasalnya memang anak-anak mereka terbukti bersalah,’’tandasnya.(hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).