Skip to main content

Wah, Pelajar Di Sumedang “Hobi” Ngeseks Di Warnet




SUMEDANG - Forum Penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba, Kesehatan Remaja, dan Reproduksi mengungkap fakta yang mengagetkan. Remaja di Kabupaten Sumedang ditenggarai melakukan seks bebas di warung internet (warnet). Sedikitnya 30 warnet di Sumedang kota diduga biasa digunakan anak-anak muda ngeseks. Hal itu diungkapkan dr Rahmatullah Sidik yang bergabung dalam Forum Penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba, Kesehatan Remaja, dan Reproduksi.


Forum ini kini aktif melakukan sidak ke warnet-warnet yang disebut-sebut sebagai sumber penyakit masyarakat (Pekat) terutama perbuatan asusila dan sangat rentan menimbulkan HIV/AIDS. Menurut Sidik, dugaan ini makin kuat karena dari tata ruang antara setiap bilik komputer yang dalam keadaan tertutup atau ditutupi bilik tirai tinggi. Hal itu menyebabkan tidak akan ketahuan apa yang sedang terjadi di dalamnya.

“Ruang tertutup seperti itu sangat memungkinkan dan memang ditujukan untuk perbuatan tak senonoh alias melakukan seks bebas atau paling tidak ciuman," kata Rahmatullah Sidik kepada wartawan, kemarin.
Tujuan ngeseks di warnet itu rupanya juga sudah jadi ‘layanan’ baru bagi si pemilik warnet. Ketika tim investigasi melaporkan hal itu, mereka tidak merespons apapun. Bahkan alat perekam seolah sengaja dipasang untuk merekam perbuatan pelanggan dan mengoleksinya.
“Tenang pak, kami sudah memasang alat perekam di bilik kamar dan kami sudah tahu apa yang terjadi di dalam,” begitu kata pemilik warnet diucapkan ulang oleh Sidik.
Pelaku seks di warnet, kata Sidik, rata-rata adalah pelajar SMP dan SMA. Pelajar ini malah masih lengkap dengan baju seragamnya. “Mereka masih berseragam lengkap dan sebagian ada juga yang dilakukan di waktu belajar sekolah,” kata Sidik yang kini sudah mendokumentasikan hasil investigasinya di hampir 200 warnet wilayah Sumedang Kota.
Kabid Telematika Dinas Perhubungan dan Telematika (Dishubtel) Kabupaten Sumedang Nana Sutisna kaget dengan temuan banyaknya perbuatan asusila yang dilakukan pelajar di warung internet (warnet). Padahal, Nana mengaku sudah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Sumedang mengenai Warnet Sehat.
“Kami sudah mengeluarkan surat edaran bupati tentang imbauan warnet sehat bagi seluruh warnet di Sumedang. Kami juga sudah melakukan pengawasan,” kata Nana Sutisna, kepada wartawan.  (NAG) 
sumber: wartamerdeka.com

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).