Skip to main content

Mahasiswa Hukum Untag KKN Di Kecamatan Rembang


REMBANG (wartamerdeka.com) - Mahasiswa reguler sore fakultas hukum Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Semarang, selama 1,5 bulan mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Rembang. Pelepasan mahasiswa peserta KKN dari Pembantu Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Hukum Untag, Edi Pranoto kepada jajaran Muspika berlangsung Kamis (27/10)siang di pendopo Kecamatan Rembang.

Usai pelepasan Edi Pranoto menjelaskan, kegiatan KKN mahasiswa fakultas hukum nantinya fokus ke sasaran non fisik. Menonjolkan penyuluhan hukum dan membuka pos bantuan hukum di desa yang ditunjuk menjadi tempat KKN berdasar 6 materi yang ditetapkan. "Meliputi undang-undang lalulintas, undang-undang tenaga kerja, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perlindungan anak, transaksi elektronik dan keterbukaan informasi kepada publik," paparnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, selama mengadakan pembinaan dan penyuluhan hukum  mengacu 6 materi tersebut akan bekerja sama dengan jajaran keamanan, SKPD terkait dan aparatur kecamatan serta desa. "Isi bahasan menyesuaikan karakteristik desa basis kegoatan KKN," ujarnya.


Dia tambahkan, hasil akhir dari KKN mahasiswa fakultas hukum Untag adalah menjadikan warga setempat paham dan mengerti hukum, sehingga mampu membuat aplikasi dan mengimplementasikan semua aspek hukum dalam kehidupan sehari-hari. "Nantinya desa sasaran KKM mahasiswa kita inginkan layak berpredikat desa sadar hukum dan menjadi percontohan untuk desa lain," imbuhnya.

Terpisah, Sarman Wibowo selaku koordinator mahasiswa Untag peserta KKN di Kecamatan Rembang menjelaskan, rekannya berjumlah 44 orang dipecah menjadi 2 kelompok, masing-masing beranggotakan 22 orang. "Kelompok pertama ditempatkan di Desa Ngotet, lainnya di Desa Turus Gedhe," sebutnya.

Menurut dia, karena di Rembang sudah terbentuk forum komunikasi polisi masyarakat (FK Polmas) di tiap desa namun diketahui sering vakum kegiatan, maka lembaga tersebut akan diberdayakan. "Lebih efektif dan tepat sasaran dengan melibatkan anggota fk polmas dua desa sasaran KKN dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan, karena mereka lebih paham permasalahan yang ada di desa setempat," sergahnya.

Adapun pertimbangan lain memberdayakan anggota FK Polmas dua desa sasaran KKN lanjut dia, karena setelah para mahasiswa KKN mengakhiri tugas nanti, tugas menumbuhkan kesadaran dan penegakan hukum di desa sepenuhnya dalam kendali mereka. "Pembinaan menanamkan kesadaran hukum bisa berkesinambungan dan berjalan lancar apabila anggota fk polmas terus pro aktif melaksanakan tupoksinya," tandasnya.  (hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).