Skip to main content

Kegiatan LGC, BLH Lamongan Dinilai Masih Sektoral



 LAMONGAN (wartamerdeka.com) - Kegiatan Lamongan Green And Clean (LGC), program yang dipandegani kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) kabupaten Lamongan dalam rangka menciptakan tata lingkungan perkotaan dan perkampungan bersih, nyaman dan hijau tersebut, meski sudah berjalan sedikitnya dua tahun ini,  dinilai sebagian kalangan masyarakat masih sektoral, karena kegiatannya terfokus hanya di perkotaan dan perkampungan yang memang sudah tertata. Seperti  perkampungan lingkungan kecamatan Kota Lamongan.  
“Serahkan saja, pada pak RT atau Kelurahan, lingkungan kampung di kota sudah bisa tertata dan bersih,” ujar Sarko salah seorang warga Lamongan saat ngobrol di salah satu Warkop.
Menurut dia, kalau BLH hanya terfokus pada kegiatan LGC dan hanya di sektor kota, tampaknya tak seimbang dengan kedudukannya sebagai kantor Badan, yang menangani masalah LH. Informasi yang dihimpun wartamerdeka.com menyebut, seharusnya BLH dengan gerakan LGC-nya dilakukan secara serentak disemua kota kecamatan, dengan begitu aspek pemerataan terkait program pemkab bisa makin mendapatkan gregetnya. Selain itu, kesan sektoral bisa dieliminir.
“Ah gak benar itu. BLH kan melibatkan elemen masyarakat. Kegiatan LGC juga tidak awu-awu, dan tidak semua SKPD mampu melibatkan masyarakat yang sedemikian dashyat itu. Saya hanya berniat LGC, semoga memberikan manfaat bagi semua masyarakat,” ujar kepala BLH Pemkab Lamongan Aris Wibawa. (Mas)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.