Skip to main content

Nazaruddin Divonis 4 Tahun 10 Bulan, KPK akan Menjerat lagi dengan Kasus lain


JAKARTA (wartamerdeka.com) - Mantan Bendara Partai Demokrat, pekan lalu,  Nazaruddin  divonis 4 tahun 10 bulan penjara dengan denda Rp 200 juta karena terbukti bersalah dalam kasus suap Wisma Atlet lantaran menerima suap dari Manajer Marketing PT Duta Graha Indah (DGI), Mohammad El Idris. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta Nazar dihukum 7 tahun penjara.

Berkaitan dengan putusan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tidak akan mendiamkan dan memastikan akan mengembangkannya lebih lanjut

Ada banyak informasi penting dalam persidangan Nazarudin hingga vonis dibacakan. "Proses dan progress persidangan sangat penting untuk ditindaklanjuti, akan dipakai untuk mengembangkan kasus lainnya," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Akpol Semarang, Jalan Sultan Agung, Jumat (20/4/2012).

BW, demikian Bambang biasa disebut, menjelaskan saat ini KPK tengah menyelidiki kasus lain yang diduga melibatkan Nazarudin. Penegak hukum tidak hanya menggunakan UU Tipikor, tapi juga UU Pencucian Uang.

"Ada kasus di Kemdiknas, Departemen Kesehatan, dan empat Departemen lain. Saat ini masih penyelidikan," ungkapnya.

Selain itu, KPK juga terus berusaha mengembangkan penyidikan kasus suap Wisma Atlet. Tidak tertutup kemungkinan, KPK bakal menjerat tersangka baru dalam kasus ini.

"Tidak tertutup kemungkinan bakal ada tersangka baru," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi, Sabtu (21/4/2012).

Hanya saja penetapan tersangka itu tidak bisa sembarangan. Dalam proses penyidikan, KPK harus membutuh dua alat bukti yang kuat untuk bisa menjerat seseorang jadi tersangka.

Johan menegaskan, siapa pun yang terlibat di kasus Wisma Atlet akan dikejar. "Jika kita temukan dua alat bukti yang cukup maka siapa pun yang terlibat akan kami tindak, tentu saja jika ada dua alat bukti yang cukup," imbuhnya.

KPK sendiri dipastikan akan menggunakan putusan M Nazaruddin ke dalam proses penyidikan untuk tersangka Angelina Sondakh. Putusan itu bakal menjadi alat berharga KPK untuk terus bergerak maju.(AR)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.