Headline

Hadiri Buka Puasa HIPMI, Presiden Jokowi: Infrastruktur Sudah Merata, Pengusaha Harus Mampu Hadirkan Sentra Ekonomi Baru

Presiden Jokowi menghadiri acara buka puasa bersama jajaran pengurus dan anggota HIPMI, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (26/5) mala...

Dialog Ekonomi Ummat Yang Digelar KEIN dan UMLA Dituding Direktur Madani Institut Membawa Pesan Politik

Ketua KEIN Sutrisno Bachir, didampingi Bupati Lamongan H Fadeli dan Wabup Hj Kartika Hidayati serta Ketua DPRD Kabupaten Lamongan H Deby Kurniawan di GOR Lamongan.

LAMONGAN  (wartamerdeka.info) - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN)  bekerjasama dengan Universitas Muhamadiyah Lamongan (UMLA) menggelar kegiatan ekonomi bertajuk Dialog  Ekonomi Ummat, "Memperkuat UMKM dan Generasi Millenial Muhamadiyah Untuk Indonesia yang Berkemajuan".

Kegiatan yang dihadiri ratusan generasi Millenial dan para pejabat Lamongan tersebut dihadiri Bupati Lamongan, H. Fadeli, Wabup, Hj. Kartika Hidayati, ketua DPRD, H. Deby Kurniawan, berlangsung di Sport Center GOR Lamongan, Jumat (15 Maret 2019).

Kehadiran ketua KEIN Sutrisno Bachir dan para pejabat setempat dalam kegiatan tersebut, menjadikan kegiatan itu, lantas dituding sarat implikasi politis.

Direktur Madani Institut (Pusat Penguatan Lembaga Demokrasi), Nu'man Suhadi menyebut kegiatan itu dinilai sarat pesan politik. Kecurigaan tersebut sangat beralasan, karena kegiatan itu, adalah kegiatan UMLA bekerjasama dengan KEIN, tapi faktanya birokrasi ikut didalamnya.

"Itu yang saya sebut bahwa proses demokrasi di kota Soto ini belum sehat, karena pemkab belum mampu memperlihatkan dirinya sebagai institusi independen," ujar Nu'man.

Menurut dia, belum tuntas dugaan ASN melakukan dukungan kepada salah satu Paslon secara vulgar hingga viral, sekarang kegiatan Dialog Ummat muncul kembali aroma itu.

"Itu kan salah satu faktanya, kalau kegiatan Dialog Ummat tersebut memang kegiatannya UMLA dan KEIN, mengapa pemkab ikut melakukan mobilisasi massa," papar aktifis muda itu.

Pemkab melalui dinas koperasi dan UMKM setempat juga menyebar undangan, bahkan menyediakan dan membagi bagi bingkisan.

"Ya, saya diundang ke GOR, gak nyangka...Alhamdulillah dikasih bingkisan juga," kata salah seorang peserta.

Edy, peserta lainnya bahkan kaget saat masuk disuruh menulis absen ternyata diberi bingkisan, yang antara lain, isinya termasuk ada sarung

"Lumayan mas, dapat sarung," katanya.

Kabag Humas dan Protokol Lamongan, Agus Hendrawan menyebut kalau kegiatan Dialog ini kegiatannya KEIN dan UMLA.

"Ini kegiatannya KEIN dan UMLA. Dan yang punya UMKM kan kita, ya kita undang juga, Mas," jelas Anang.

Sementara,  Kadis Koperasi dan UMKM pemkab setempat Anang Taufiq mengatakan pihaknya memang menyebar undangan.

"Ya, untuk kalangan UMKM memang kami undang mas," kata Anang.

Dialog Ummat, lanjut mantan camat Ngimbang ini, memang match dengan bidang UMKM.

Terpisah, Miftahul Badar dari Bawaslu Lamongan dikonfirmasi via saluran WA, apakah kegiatan ini berbau politis atau tidak, hingga berita ini ditulis, belum memberi keterangan. (Mas)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dialog Ekonomi Ummat Yang Digelar KEIN dan UMLA Dituding Direktur Madani Institut Membawa Pesan Politik"

Posting Komentar