Headline

Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi: NKRI Bersyariah? No Way-lah, Karena Hanya Akan Meretakkan Kebhinekaan

Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi, mantan Aster Kasad BREBES (wartamerdeka.info) - Di sela-sela kesibukannya dalam rangka HAUL ibundanya yan...

Menko Kemaritiman Sarankan Ke Presiden, Jangan Lagi Impor Garam

Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menjawab wartawan usai menghadiri Rakornas BMKG 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/7) siang. (Foto: JAY/Humas)
JAKARTA (wartamerdeka info) - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menyarankan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak lagi mengimpor garam, karena itu membuat harga garam jadi turun. Apalagi impor pada waktu panen.

“Karena dengan kita dapat 5.270 hektar ya yang di Kupang, itu produksi garam industri kita sudah sampai  800-an ribu ton pada 2021. Jadi sebenarnya kita ndak usah lagi impor-impor,” kata Luhur kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/7) siang.

Namun, karena tambahan produksi garam itu diprediksi terjadi tahun 2021, Luhut menyarankan agar mulai sekarang secara bertahap impor garam dikurangi.

“Sekarang ini saya sarankan Presiden tadi eloknya enggak  impor-impor lagi lah itu bikin jadi kacau itu,” ujar Luhut.

Mengenai industri makanan minuman yang memerlukan garam industri, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengaku memahami. Tapi Luhut meyakini, jika industri tersebut sudah punya stok garam dalam jumlah yang cukup.

“Ya kalau sudah ada ngapain impor-impor. Sekarang yang bikin current deficit kita itu kan anu, terlalu banyak impor,” tutur Luhut.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menko Kemaritiman Sarankan Ke Presiden, Jangan Lagi Impor Garam"

Posting Komentar