BREAKING NEWS

Bamsoet: Amandemen UUD 1945 Bisa Dilakukan jika Ada Konsensus Nasional

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terkait rekomendasi MPR RI 2014-20...

Saatnya Membuka Ruang Dialog di Kampus

Moeldoko Bertemu 13 Tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kepala Staf Kepresidenan RI, Dr. Moeldoko bertemu 13 tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan. Ke 13 tokoh yang hadir, yakni, Prof Mahfud MD, Franz Magnis Suseno, Sarwono Kusumaatmadja, Helmy Faishal, Ahmad Suaedy, Alissa Wahid, A. Budi Kuncoro, Syafi Ali, Prof. KH Malik Madan, Romo Benny Susety, Rikad Bagun, Alhilal Hamdi dan Siti Ruhaini.

Pertemuan dilakukan menyikapi situasi terakhir munculnya, sejumlah unjukrasa di sejumlah kota di Indonesia.

Selain itu mereka juga membahas sejumlah persoalan kebangsaan yang sedang terjadi.
Dialog hangat saat tengah  makan malam itu berlangsung hampir tiga jam.

Pertemuan dilakukan Selasa (24/9), di kediaman Moeldoko, Jakarta Pusat.

“Pemerintah berupaya mendengar dan mencari masukan dari para tokoh yang hadir,” kata Moeldoko.

Sejumlah tokoh menyampaikan pendapatnya tentang munculnya perbedaan pendapat yang terjadi di masyarakat saat ini.

Moeldoko memastikan bahwa pemerintah dalam hal ini presiden memberi perhatian pada aspirasi masyarakat. “Presiden tidak pernah mengabaikan suara publik,” kata Moeldoko.

Profesor Machfud MD dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa akan lebih bijak jika pemerintah dan mahasiswa menempuh jalur hukum daripada aksi jalanan.

Sementara Alissa Wahid mengatakan, mereka yang berunjukrasa sebagian adalah pendukung Jokowi.

"Presiden harus lebih peka terhadap kritik yang disampaikan," kata Alissa.

Menanggapi aksi unjukrasa mahasiswa, para tokoh sepakat agar pemerintah lebih persuasif dengan membuka ruang dialog.

Unjukrasa di lapangan terjadi akibat mampetnya ruang bagi mahasiswa menyampaikan pendapat secara langsung.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa kampus menjadi tempat ideal untuk berdialog langsung dengan melibatkan pemerintah. (Mas)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Saatnya Membuka Ruang Dialog di Kampus"

Posting Komentar