Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


Jelang Pilkada Lamongan, Frasa YES Menjadi Identitas Kampung

Oleh : W. Masykar


Pada sekitar September 2019, saya pernah menulis soal frase YES, sebagai slogan politik yang fenomenal setidaknya menjelang pelaksanaan pilkada serentak September 2020, termasuk di Lamongan. Dan, prediksi itu tampaknya tidak terlalu salah. Saya kaget, dalam perkembangannya, YES tak sekadar menghiasi topi, kaos dan banner, bahkan menjadi identitas suatu kampung, bernama Kampung YES.

YES, sebagai sebuah motto dan slogan politik tampaknya lumayan berhasil dalam menyedot perhatian publik.

YES, mendadak menjadi fenomena yang terus menumbuhkan kekuatan magnetis tersendiri. (wartamerdeka.info, 9 September 2019).

Sebagai komoditas politik menjelang pilkada, YES sangat laku dijual dan laris manis. Keberhasilan menyampaikan pesan, "YES", tak sedikit pengguna medsos yang kemudian latah turut menyemarakkannya.
Apalagi, disaat menurunnya tensi dan suhu politik jelang Pilkada Lamongan dalam beberapa bulan terakhir ini, YES tampak tak berpengaruh.

Dari pengamatan penulis, setidaknya semenjak salah satu nama bakal calon bupati Lamongan mulai menghilang, suasana kompetisi juga ikut kendor. Tidak sepanas sebelumnya. Seakan dalam derajat tertentu, tidak ada kandidat bupati dan wakil bupati Lamongan yang dinilai lebih unggul. Semua memiliki peluang dan kesempatan yang sama. Memiliki segmen "pasar" yang seimbang. Ini berbeda ketika nama Deddi Noerdiawan sempat mencuat kepermukaan. Suasana terasa lebih hangat dan kompetetif.

Suasana politik tersebut, lantas berubah stabil, bahkan cenderung menurun seiring dengan hilangnya nama Deddi Nordiawan dalam kancah bursa perebutan orang nomor satu di kota Soto itu.

Menariknya, baik dalam suasana penuh kompetetif maupun dalam situasi yang tingkat kompetisinya biasa biasa saja, perjalanan YES tetap konsisten dalam kerangka merebut hati pendukung dan calon pendukungnya.

YES yang diidentifikasikan sebagai Yuhronur Efendi Sukses diprediksi bakal menjadi salah satu dari sejumlah kandidat Paslon yang akan  maju dalam pertarungan pilkada Lamongan telah mendapat legitimasi publik. Meskipun, prediksi ini tidak bisa dibilang akan terus mulus dalam perjalananya. Karena, kendaraan politik akan sangat menentukan, sang kandidat tetap maju atau batal, atau maju dengan kendaraan independen.

Dan itu,  berkat slogan YES yang jauh hari sudah dilempar di pasar bebas masyarakat calon pemilih.

Apalagi, YES, kelihatan mampu mengagregasi emosi calon pemilih dalam pilkada Lamongan ini.

Simple is better, tampaknya menjadi landasan kelompok YES untuk memberi tawaran pesan politik bahwa sederhana itu lebih baik. Frase YES, lantas dinilai sebagai sebuah keberhasilan dalam merumuskan pesan kampanye politik jelang Pilkada kabupaten Lamongan.

Bisa jadi, evaluasi keberhasilan frasa YES inilah, lantas diupayakan makin melebar, dalam wujud identitas salah satu kampung di Lamongan, menjadi Kampung YES.

2 komentar untuk "Jelang Pilkada Lamongan, Frasa YES Menjadi Identitas Kampung"