Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


Jumlah Pasien Covid-19 Meninggal Di Seluruh Dunia Sudah Lebih Dari 150.000 Orang


NEW YORK (wartamerdeka.info) - Jumlah kematian di seluruh dunia akibat pandemi virus corona (Covid-19) melewati 150.000 orang, menurut data yang dikumpulkan Johns Hopkins University, Jumat atau Sabtu pagi WIB (18/4/2020), hanya satu minggu setelah mencapai angka 100.000.

AS memimpin dalam jumlah kematian, dengan korban 36.929 orang. Italia di urutan kedua dengan 22.745 kematian. Sementara korban tewas di Spanyol 20.000 dan Prancis mendekati 19.000.

Kematian akibat Covid-19 di Italia mencapai 575 dalam 24 jam terakhir, atau naik dari 525 sehari sebelumnya. Sementara jumlah kasus baru sedikit menurun menjadi 3.493 dari sebelumnya 3.786.

Angka ini turun dari fase puncak sekitar akhir Maret, meskipun tetapi tren penurunan belum seperti yang diharapkan di negara yang telah melakukan lockdown selama hampir enam minggu itu.

Badan Perlindungan Sipil Italia menyatakan, jumlah kasus yang dikonfirmasi naik ke 172.434 atau tertinggi ketiga di dunia, di belakang Amerika Serikat dan Spanyol.

Sementara Badan Kesehatan Umum Swiss mencatat 42 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam menurut yang menjadikan kematian negara itu menjadi 1.059. Jumlah orang yang telah dites positif meningkat menjadi 27.078, dari 26.732.

Virus ini telah menginfeksi lebih dari 2,2 juta secara global dalam waktu empat bulan sejak Covid-19 menyebar akhir 2019 dari Wuhan, Tiongkok. Sementara pasien sembuh dekati 570.000 orang.

Kasus global Covid-19 hingga Sabtu (18/4/2020) pukul 06.00 WIB:

1. Amerika Serikat (707.718 kasus, 36.929 kematian dan 59.158 sembuh).
2. Spanyol (190.839 kasus, 20.002 kematian dan 74.797 sembuh).
3. Italia (171.434 kasus, 22.745 kematian dan 42.727 sembuh).
4. Prancis (147.969 kasus, 18.681 kematian dan 34.420 sembuh).
5. Jerman (141.937 kasus, 4.532 kematian dan 83.114 sembuh).

Posting Komentar untuk "Jumlah Pasien Covid-19 Meninggal Di Seluruh Dunia Sudah Lebih Dari 150.000 Orang"