// Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Juru Bicara Houthi Memperingatkan Serangan Jika Kapal AS Menyerang Iran dari Laut Merah


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Seorang juru bicara pemberontak Houthi di Yaman telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap militer AS jika kapal angkatan laut Amerika menyerang Iran dari Laut Merah.

Lanjut...

WMChannel


 

Jalan Pangkalan Bun Menuju Kotawaringin Lama Berlumpur Dan Berlobang


KOBAR (wartamerdeka.info) - Perbaikan Jalan Ahmad Saleh yang menghubungkan jalan Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih dalam proses pemadatan. Sehingga, pembatasan kendaraan yang melintas masih diberlakukan.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, (Kobar), melalui Dinas PUPR Kotawaringin Barat, nampaknya belum ada perhatian secara maksimal, terhadap hal ini 

Seharusnya pemeliharaanya  bisa lebih maksimal, akan tetapi faktanya di sekitar  ruas jalan Pangkalan Bun menuju Kolam masih banyak berlobang dan berlumpur. Masyarakat pun mempertanyakan dana pemeliharaan tahun anggaran 2020.

Meskipun pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Dinas PU Propinsi Kalimantan Tengah, (Kalteng), akan tetapi perhatian Dinas PUPR Kabupaten kobar dianggap kurang. 

Pekerja jalan tersebut yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, pengerasan jalan ini bisa berjalan lancar apabila  cuaca panas. 

"Namun kita lihat  kondisi dan keadaan cuaca kita saat ini, kebanyakan hujan ketimbang panas, maka kegiatan ini terkendala. Padahal kalau cuaca panas dalam kurun waktu satu minggu saja, kita rasa jalan ini sudah bisa padat. Pemadatan nantinya kita lanjut dengan memberikan LPB yaitu batu agregat supaya ada  pengerasan terhadap jelan ini," ujarnya Kamis (07/01/31)

Dia berharap cuaca saat ini bisa berlangsung normal dan kembali panas, sehingga tidak berulang ulang lagi untuk melakukan pengerasan di jalan ini. 

"Mengingat kita sudah mengerjakan pengerasan di jalan ini kurang lebih hampir dua bulan lamanya. Makanya, sementara ini jalan masih ditutup untuk kendaraan roda 6 dan truk besar bermuatan CPO, sawit, atau muatan berat lainnya," Jjlasnya kepada wartawan.

Di tempat yang sama pula ketika disambangi, salah satu sopir taksi angkutan penumpang tujuan Sukamara mengatakan,  sebelumnya dia melihat jalan yang sudah dipadatkan ini pernah dibuka plang penutupnya, karena mobil rombongan Gubernur  lewat, dan setelah itu ditutup kembali. 

"Hendaknya adalah sedikit rasa keadilan agar kiranya juga ada perhatian buat kita masyarakat kecil. Walaupun kita bukan pejabat tinggi, akan tetapi kita sesama manusia," tndasnya dengan nada sedih.(and/th)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama