JAKARTA (wartamerdeka.info) - Seorang juru bicara pemberontak Houthi di Yaman telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap militer AS jika kapal angkatan laut Amerika menyerang Iran dari Laut Merah.
NHK berbicara dengan Abed Al-Thour dalam sebuah wawancara daring pada hari Senin. Hal ini terjadi setelah Houthi yang didukung Iran bertanggung jawab atas serangan rudal balistik terhadap Israel pada hari Sabtu, dengan alasan meningkatnya serangan terhadap Iran.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa Iran tidak memulai "perang" ini, dan bahwa target kelompoknya saat ini adalah Israel, yang menurutnya memulai perang bersama dengan Amerika Serikat.
Mencatat bahwa Houthi mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan AS pada Mei lalu, juru bicara tersebut mengatakan bahwa Amerika Serikat bukanlah target saat ini.
Namun ia menambahkan bahwa "jika pasukan AS mengerahkan kapal angkatan laut di Laut Merah atau Laut Arab dan melancarkan operasi militer terhadap Iran, kapal-kapal AS tersebut bersama dengan pangkalan militer AS di Arab Saudi dan tempat lain akan menjadi target."
Juru bicara Houthi menepis kekhawatiran tentang keselamatan pelayaran di Laut Merah, dengan mengatakan bahwa semua kapal berlayar dengan bebas dan tidak ada masalah yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa Houthi tidak akan menghalangi lalu lintas maritim di Laut Merah selama tidak melibatkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel.
Juru bicara itu mengatakan, "Perang dengan Israel akan berakhir jika serangan terhadap Iran berhenti." Ia menambahkan bahwa "kami tidak akan pernah meninggalkan Iran." (NHKWord/red)