Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

 


 


Yuyun Triastuti SE, Bendahara MIO DIY Sukses Mengembangkan Ramuan Tradisional Untuk Kecantikan

Yuyun Triastuti SE, Bendahara MIO DIY bersama Dewan Pakar MIO Taufiq Rachman

YOGYAKARTA  (wartamerdeka.info) - Basic pendidikannya Sarjana  ekonomi. Tapi, perempuan cantik ini, lebih enjoy “main” property dan kontraktor.                 

Selain itu, Yuyun Triastuti SE, juga bergelut disektor pariwisata. Dia mengelola Pakuwon Guesthose, tempat penginapan yang lokasinya di kawasan Malioboro. Belum cukup sampai disitu, Jenk Yun, begitu panggilan akrabnya, masih pula menekuni bidang jurnalis.      

Tidak sibukkah dengan aktifitas yang seabrek itu ? Jenk Yun mengaku tinggal bagaimana memenej waktu.                      

"Ndaklah, kita pandai-pandai mengatur waktu aja, apalagi jurnalis bagi Jenk Yun adalah giat sampingan yang lebih tepat dianggap hobby.                                        

"Saya inventigasi sesekali saja, selebihnya banyak menulis artikel", ujarnya sambil mengumbar senyum merekah. 

Saat ini dia memang tercatat sebagai salah satu redaktur pada sebuah media online yang beralamat redaksi di  Jakarta.

Lantaran aktifitasnya di dunia pers itulah Jenk Yun didaulat menjadi Bendahara Pengurus Wilayah perkumpulan Media Independen Online (MIO) Propinsi  Daerah Istimewa Yogyakarta.            

Ngobrol di sela pelantikan yang berlangsung di The Rich Jogja Hotel, Rabu 10 Nopember 2021, memang menyenangkan. Jenk Yun menggunakan seragam MIO, dibalut hijab pink, makin membuat penampilannya terlihat anggun.    

Perempuan kelahiran Jakarta yang menyelesaikan pendidikannya di UPN Yogya ini ternyata juga menggeluti produk ramuan tradisional.   "Saya ingin memberikan tips cantik lewat ramuan herbal warisan leluhur yang diraciknya.

Di kalangan MIO Indonesia, khususnya Yogya, sosoknya bukan asing lagi. Kulitnya yang putih langsat, wajahnya yang imut dengan balutan hijab  ditambah ulasan senyumnya kepada siapa pun, membuatnya mudah dikenali.

Belum lagi tubuhnya yang sintal, ditambah gayanya yang periang, mudah gaul dan seksi membikin  fantasi kaum Adam bakal liar, bak Joko Tingkir yang menemukan selendang dari  bidadari yang tertinggal di sungai saat mandi.

Tubuhnya dibalut uniform MIO-Indonesia – baju putih berlengan panjang, plus jas berwarna biru yang rada-rada ketat, membuat gambaran lekukan tubuhnya. Ia terlihat seperti anak kampus, kendati usianya di sudah menginjak kepala 4.

“Saya menerima pinangan duduk jadi pengurus, MIO” ujarnya, seraya jemari kanannya yang lentik.Tiba-tiba, ia terdiam sejenak. Matanya terpejam. Giginya yang putih itu, sedikit menggigit bibir bawahnya. Ia menghela nafas panjang. Siku tangan kanannya diletakan di atas meja, seraya menyorongkan wajahnya ke depan, bertopang dagu. Telunjuk kirinya bergerak perlahan-lahan, menyentuh badan gelas.

“Saya prihatin, kosmetik saat ini banyak menggunakan bahan kimia. Itu bahaya bagi perempuan Indonesia,” ujarnya, tetap posisi bertopang dagu. Sebab, penggunaan bahan kimia berlebihan, entah itu pemutih, akan menimbulkan dampak bagi kulit. Apalagi kulit yang sensitif.

Padahal, Indonesia dengan warisan leluhurnya, kaya akan ramuan-ramuan mempercantik diri, termasuk bagian-bagian intim pribadi. “Kenapa sih harus minded luaran,” tandasnya. Mimik wajahnya sedikit kecewa. Keningnya sedikit berkerut.

Jenk Yun menyebut, perempuan-perempuan dahulu, merupakan inspirasi kecantikan yang tiada taranya. Kisah Ken Dedes lantaran “angin nakal” sehingga betisnya terlihat membuat Ken Arok semaput untuk memilikinya, ataupun kisah Roro Mendut yang berjualan rokok termahal di dunia bila menyalahkan rokok di dalam kebayanya, ataupun kisah Nyi Dayang Sumbi dengan Sangkuriang-nya.

Jenk Yun mengaku, kekesalannya itu, membuat adrenalinnya bergejolak. Ia tak ingin berkutat dengan rasa sesal. Tapi, dijadikannya motivasi, ingin memberikan inspirasi bagi perempuan Indonesia; mereka itu cantik, sensual, khususnya perempuan Jawa yang langsat dan tubuh aduhai. “Itu harus diakui,” tandasnya dengan nada yang cukup tinggi.

Makanya, ia berusaha menggali ramuan leluhur. Alhasil, lahirlah produk-produk ramuan herbal asli leluhur, jauh dari penggunaan bahan kimia.Sekedar contoh, Jenk  Yun menyebut nutrisi kulit dari sabun, diraciknya dari ekstrak dan minyak tumbuhan. Bukan hanya kehalalannya terjamin, juga kualitasnya masuk ke kelas sabun premium.

Konsumen yang sudah mencoba, rata-rata mereka mengaku dapat mengembalikan kembali yang telanjur rusak, sehat dan normal. “Cause beauty is you,” desisnya perlahan, seraya menyebut banyak yang  kepincut dengan produk kecantikannya.

“Biar pelayanan dan distribusinya optimal,” jelasnya seraya menyebut marketnya tak hanya seantero Nusantara.

“Jujur saja, saya puas jika produk kami dapat mengembalikan kecantikan perempuan Indonesia,” ulangnya sekali lagi. 

Minimal, obsesinya membagi rahasia kecantikan, dapat dirasakan semua perempuan Indonesia.

“Saya juga bisa jadi testimoni" ujar Jenk Yun  seraya menggulung lengan jas MIO nya, memperlihatkan lengannya yang mulus dan segar.

Penulis geleng kepala sambil menelan liur. Merasa diperhatikan, Jenk Yun, berkata genit.

“Iihhh, kamu nakal ya,” ujarnya tersenyum.       

Nun di tengah sayup-sayup suara pemberitahuan panitia bahwa acara pelantikan akan dimulai.Maka kami pun menyudahi obrolan (fik)

Posting Komentar untuk "Yuyun Triastuti SE, Bendahara MIO DIY Sukses Mengembangkan Ramuan Tradisional Untuk Kecantikan"