Kritik Islam Terhadap Konsep Marxisme Tentang Pengentasan Kemiskinan

Oleh: Sisi Pratiwi

Sebagai realitas sosial, kemiskinan tidak dapat dihilangkan secara mutlak. Tetapi dapat diatasi dan diperbaiki kualitasnya sehingga tidak menghancurkan kemanusiaan. 

Kemiskinan sebagai realitas kehidupan selalu digambarkan sebagai Suatu keadaan kehidupan yang kekurangan, lemah dan tidak berdaya memenuhi kebutuhan hidupnya, baik dalam pengertian spiritual maupun material.kemiskinan tidak dapat Dihilangkan secara mutlak, tetapi dapat diatasi dan diperbaiki kualitasnya sehingga tidak menghancurkan Kemanusiaan. 

Karl Marx berpendapat bahwa “Agama adalah institusi yang menindas”. Pengalaman hidup yang dilalui Marx, dimana agama berkolaborasi Dengan penguasa ekonomi secara Fisik revolusioner menindas umatnya. Marx menganggap bahwa agama yang mengajarkan manusia untuk menerima nasib hidupnya (yang malang, miskin, Hina dan tertindas) berarti telah bersekutu dengan para kapitalis (kaya, kuat dan Menindas) untuk melanggengkan Kemiskinan dan penindasan.  

Islam berpendapat bahwa semua Teori yang dijelaskan Marx adalah sebuah Kesalahan yang fatal. “Islam sebagai Sebuah agama memberi pedoman hidup Kepada manusia yang mencakup aspek Aqidah, ibadah, akhlak dan muamalah Duniawi kehidupan bermasyarakat”. Aturan dan solusi dalam setiap masalah Kehidupan ada dalam Islam. Semua Memiliki tatanan yang sinergi dan Sesuai dengan semua zaman. 

Islam tidak hanya memandang kemiskinan sebagai sebuah sunnah (takdir Allah) yang berlaku pada manusia, namun Islam juga menawarkan solusi pengentasannya.  Pandangan Marxisme sangat bertolak belakang dengan konsep Islam. 

Islam tidak pernah membedakan kelas pekerja atau majikan,dan kaya atau miskin. Orang miskin juga diharamkan bekerja sama untuk menghancurkan orang Kaya (borjuis) atas nama perjuangan Kelas. Orang miskin diwajibkan untuk Bekerja memenuhi kebutuhannya Sendiri, sedangkan yang kaya juga Harus menyisihkan hartanya bagi orang Miskin yang berupa zakat dan larangan Menumpuk harta. 

Dalam Q. S Al Maun:

“Artinya: Tahukah kamu (orang) yang Mendustakan agama? (1) itulah orang Yang menghardik anak yatim, (2) dan Tidak menganjurkan memberi makan Orang miskin”

Marxisme meniadakan kepemilikan Harta dalam bentuk apapun. Semua harus Jadi milik bersama.  Islam tidak setuju Dengan pendapat Marx. Islam mengkritik pendapat Marx tentang negara, sebab negara merupakan Salah satu institusi penting yang harus dilibatkan dalam pengentasan kemiskinan. Negara wajib menjalankan Sistem ekonomi yang baik, sebab Sistem perekonomian adalah salah satu Penyebab terjadinya kemiskinan. Salah Satu sistem perekonomian yang harus Diperbaiki pemerintah adalah ekonomi Yang tidak sehat. 

Kemiskinan harusnya dianggap Sebagai masalah sosial bukan hanya Sebagai masalah personal saja. Oleh Karena itu, penanganannya harus melalui Upaya bersama. Untuk itu, kita tingkatkan solidaritas umat untuk bersama-sama dalam mengatasi kemiskinan. Dakwah Sebagai upaya transformasi ajaran-ajaran Islam yang masih berdimensi idealitas Lahiriyah menjadi ajaran yang berdimensi Realitas insaniyah. 

Ini berarti dakwah juga harus menyentuh pada persoalan yang dihadapi masyarakat Termasuk kemiskinan. Orang kaya seharusnya secara sadar memberikan hak orang miskin berupa Zakat yang merupakan kewajiban agama. Kemiskinan juga menjadi tanggung Jawab negara. Kemiskinan yang melanda Sebagian besar rakyat saat ini tidak terlepas Dari keputusan-keputusan politik. Oleh karena itu, keputusan politik juga harus Memihak pada rakyat miskin.

  

Daftar Pustaka;

Eko Bahtiyar

M. Mu’inudinillah Basri dan Syamsul Hidayat,  Universitas Muhammadiyah Surakarta                                                          Jl. A. Yani Pabelan Tromol Pos I Surakarta 5710                                                 Email: syamsul_hidayat@ums.ac.i

(Penulis Adalah Mahadiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar). 

Posting Komentar untuk "Kritik Islam Terhadap Konsep Marxisme Tentang Pengentasan Kemiskinan"