Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

DBD Merajalela di Jaksel

Keterangan Foto: Togi A Sinaga Kasudin Kesmas Jaksel (berkaos oranye) saat kegiatan fogging


Oleh:Badar S/Aris K
JAKARTA (wartamerdeka) - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypty terus menghantui warga Jakarta, khusus di wilayah Jakarta Selatan. Kasus DBD ini tercatat menduduki peringkat tertinggi di DKI Jakarta. Hingga 14 Februari 2008 ditemukan sebanyak 1.214 kasus DBD (Januari 938 kasus dan Februari 276 kasus), dua di antaranya meninggal dunia.


''Hujan masih terus turun sehingga membantu berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypty. Apalagi nyamuk itu sukanya berkembang biak di air yang bersih,'' ungkap Togi A Sinaga Kasudin Kesmas Jaksel, Kamis (14/02/08).

Guna menekan tingginya angka kasus DBD di Jaksel, tambah Togi, pihaknya telah melakukan fogging (pengasapan), Abate dan penyuluhan setiap hari, terutama pada daerah yang dianggap paling rawan dan terdapat penderita DBD-nya.

''Selain itu, kita akan meng-intensifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 30 menit setiap hari Jumat,'' tegasnya.

Dia juga mengimbau warga secara rutin melakukan PSN. ''PSN merupakan cara paling efektif memutus mata rantai perkembangan nyamuk Aedes Aegypti,'' imbuhnya lagi.

Bila ada warga atau keluarga yang mengalami demam tinggi selama tiga hari berturut-turut, Togi meminta untuk secepatnya membawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat agar cepat tertangani. 

''Tindakan itu untuk memastikan penderita terkena DBD atau bukan.Dan kalau benar terjangkit DBD, secepatnya dapat ditangani,'' ujarnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama