Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

PKL Pindah Ke Shelter, Kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya Tampak Lenggang


TASIKMALAYA (wartamerdeka) - Setelah semalam sejumlah PKL yang berada di arena Sport Center pindah ke shelter,   kawasan olah raga Dadaha Kota Tasikmalaya tampak lenggang. Terutama yang nampak jelas itu terlihat di seputar lapang upacara.


Padahal sebelumnya di lokasi itu, berdiri sejumlah lapak dan gerobak para PKL berjualan di dekat trotoar pada setiap harinya.Sehingga kehadirannya itu telah menutup pemandangan lapangan upacara.Bahkan telah menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak.

“Dengan adanya relokasi sekarang ini terlihat nampak lebih tertata dan tidak semrawut lagi. Bahkan saat ini pemandangannya lebih terlihat bersih dan nyaman. Tentunya hari ini sejarah bagi Dadaha yang telah menampilkan wajah baru,”ujar Adam salah satu warga yang sedang melakukan jogging pagi, Rabu (9/1/2018).

Sebelumnya, Wakil Walikota Tasikmalaya, Drs HM Yusuf meminta kepada 143 PKL yang berada di sport center Dadaha pada hari ini harus pindah ke shelter yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya.


Relokasi itu sempat terjadi penundaan beberapa kali. Bahkan juga pernah digelar berbagai pertemuan antara Pemkot dengan 143 PKL guna untuk mencari titik temu. Sehingga kini akhirnya relokasi itu baru terwujud.Walaupun ada protes dari PKL terkait kondisi shelter.

Protes itu disuarakan oleh Ketua PKL Persada Dadaha, Ade yang meminta kepada Pemkot,  supaya ada perbaikan shelter dulu sebelum ditempati oleh pedagang.Karena dinilainya, shelter itu sangat tidak memadai untuk dijadikan tempat relokasi.

Sementara itu pantauan dari wartamerdeka pasca relokasi,  kini di lokasi shelter itu terlihat numpuk berjejer sejumlah gerobak milik para PKL.Bahkan belum ditata untuk menempati lapak yang sesuai dengan nomor undiannya masing-masing.(Ariska)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama