// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel tidak akan bernegosiasi dengan Hizbullah


Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, mengatakan meskipun Israel telah setuju untuk melakukan pembicaraan tentang Lebanon di Washington, DC, pada hari Selasa, namun tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah..

Lanjut...

Bakamla RI Kirim Dua Kapal Bantu Pencarian Pesawat Lion Air Di Karawang


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Badan Keamanan Laut RI mengirimkan dua kapal patroli KN Belut Laut-4806 dan KN Bintang Laut-4801 serta satu tim Satuan Tugas terdiri dari penyelam dan Unit Reaksi Cepat Laut (URCL), untuk membantu proses pencarian pesawat Lion Air yang jatuh Senin (29/10) di sekitar perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Segenap tim  berangkat menuju lokasi kejadian dari Kantor Bakamla RI Rawamangun, JL. Pemuda Kav.52 Pulau Gadung, Jakarta Timur, tadi malam, Senin (29/10/2018).

Adanya musibah pesawat Lion Air JT-610, pimpinan Bakamla RI Laksamana Madya TNI (Purn) Ari Soedewo, S.E.,M.H., memerintahkan Direktur Operasi Laut Kolonel Laut (P) NS Embun untuk membentuk tim Satuan Tugas Search and Recue (SAR) dan menggerakkan dua kapal patroli ke lokasi kejadian.

Di bawah kendali Kasubdit Garopsla Kolonel Laut (P) Imam Hidayat selaku Komandan Satgas SAR Bakamla RI, kedua kapal patroli Bakamla RI yang sedang melakukan Operasi Nusantara-9 di wilayah perairan Indonesia barat tersebut langsung menuju perairan Karawang.

Sedangkan tim satgas darat sejumlah 20 orang dibawah pimpinan Mayor Laut (T) Puadi Hasan tadi malam langsung bergerak ke lokasi kejadian menggunakan empat kendaraan, membawa dua perahu karet,  tujuh set alat selam, kompresor, live buoy, dampra apung, kantong mayat dan peralatan SAR lainnya. Personel yang terlibat terdiri dari satu Tim Penyelam bawah air, satu tim URCL, komunikasi, kesehatan, provos dan satu tim pendukung.(AR/Humas Bakamla RI)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama