// Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Harga minyak tembus $116 per barel saat Iran menuduh AS bersiap melakukan invasi


Harga minyak mentah terus naik seiring dunia menghadapi krisis energi terbesar dalam beberapa dekade. Harganya telah melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua minggu di tengah eskalasi di berbagai front perang AS-Israel melawan Iran.

Lanjut...

WMChannel


 

Margareta Dan Budi Divonis Bebas, Karena Tidak Terbukti Mengelapkan 6 Kg Emas

Margareta Hadiono dan  Budi S yang divonis bebas
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Dua bersaudara  kandung  Margareta Hadiono dan  Budi S, yang sudah dituntut masing masing 8 bulan penjara potong tahanan karena diduga menggelapkan atau mencuri 6 Kg emas batangan, ahirnya divonis bebas.

Vonis bebas murni terhadap Margareta dan Budi dibacakan majelis hakim yang diketuai Bayu Dirgantara, SH, MH di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/3).

Margareta dan Budi didakwa melakukan penggelapan dan  pencurian emas sebanyak 6 kg milik  Stenly Gandawidjaja (saksi pelapor). Dan setelah diadili oleh majelis yang sama dalam persidangan terpisah kedua terdakwa bersaudara kadung ini dituntut jaksa masing masung 8 bulan penjara. Tetapi barang bukti 6 Kg emas dalam perkara ini disebut jaksa 3 Kg milik Margareta dan dikembalikan kepadanya.

Terkait dengan kejanggalan itu, ketua tim penasihat hukum kedua terdakwa, DR Hotma Sitompul, SH, MH dari LBH Mawar Saron dan kawan kawan mengkritisi habis surat tuntutan jaksa dalam nota pembelaannya bahwa kedua kliennya adalah korban kejahatan saksi pelapor hingga harus dibebaskan dari segala tuntutan hukum.

DR Hotma Sitompul, SH, MH
Dan pembelaan tim penasihat hukum tersebut didukung majelis hakim yang  dalam pertimbangan hukumnya mengatakan, dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hilmi Akbar Lubis SH  tidak dapat dibuktikan secara hukum selama persidangan berlasung, sehingga majelis menolak seluruh dakwaan dan tu tutan jaksa.

"Karena dakwaan JPU tidak terbukti, maka terdakwa harus dibebaskan dan dilepaskan dari tahanan setelah putusan ini diucapkan," kata ketua majelis hakim Bayu.

Selain itu, barang bukti emas 3 kg yang menjadi barang bukti dalam persidangagan ini  dikembalikan kepada terdakwa . (dm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama