// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Pemkab Mesuji Selenggarakan Penyuluhan Hukum Terpadu


MESUJI (wartamerdeka.info) - Dalam rangka terciptanya pemahaman hukum dan terwujudnya kesadaran hukum di Kabupaten Mesuji, Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Bagian Hukum dan Organisasi menyelenggarakan kegiatan penyuluhan hukum terpadu.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt Bupati Mesuji Saply TH di Aula Kantor Bupati Mesuji, Wiralaga Mulya, Selasa (25/06). Hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung Ignatius Mangantar Tua Silalahi.

Dalam sambutannya, Saply mengatakan perlu dilakukan upaya peningkatan wawasan dan pemahaman terhadap berbagai produk hukum yang ada, tak terkecuali bagi aparatur pemerintah khususnya dalam rangka kelancaran menjalankan tugas dan fungsi.

“Untuk itu, saya mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya penyuluhan hukum yang komprehensif secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Selain diperuntukkan bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Mesuji, juga bagi para kepala desa, perangkat desa, dan BPD se-Kabupaten Mesuji,” ucapnya.

Sementara itu, Kabag Hukum dan Organisasi Pemkab Mesuji Olpin Putra mengatakan, penyuluhan hukum terpadu diselenggarakan dengan tujuan menciptakan kesadaran dan pemahaman hukum pada OPD dan Aparat Desa dalam hal pembentukan produk hukum daerah yang efektif dan berdaya guna.

“Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari di tiga lokasi, yakni di Aula Kantor Bupati Mesuji, Balai Desa Mekar Jaya, dan Balai Desa Simpang Mesuji dengan target peserta sebanyak 450 orang yang terdiri atas kepala OPD, kasubbag umum dan kepegawaian, kepala desa, dan sekretaris desa,” jelasnya.(muslim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama