// Serangan AS-Israel menghantam infrastruktur penting, kelompok garis keras menuntut penarikan diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. // Sakamoto Kaori dari Jepang meraih gelar juara seluncur es kejuaraan dunia di Praha, Republik Ceko, pada hari Jumat. // Israel bersumpah tidak akan menghentikan serangan meskipun ada upaya untuk mengakhiri perang. // ASEAN tetap berlangsung pada Mei, tetapi dipersingkat menjadi program 'minimalis' karena konflik Timur Tengah // Teheran menolak proposal 15 poin AS untuk mengakhiri pertempuran karena dianggap tidak adil. //

Trulli
Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal ke Israel ketika perang dengan Iran meningkat. Pemberontak mengatakan mereka menembakkan rentetan rudal balistik yang menargetkan ‘situs sensitif militer Israel’ di Israel selatan.

Beritanya..

Houthi Yaman Janji Lakukan Serangan ke Istrael


Kelompok Yaman berjanji akan melakukan lebih banyak serangan terhadap Israel, seiring meningkatnya kekhawatiran konflik yang memburuk akan lepas kendali.

Lanjut...

Kapolres Purwakarta Pastikan Hujan Batu Di Cihandeuleum Dampak Dari Aktivitas Blasting Pertambangan Batu


PURWAKARTA  (wartamerdeka.info) - Misteri hujan batu yang mengakibatkan kerusakan tujuh rumah warga dan satu bangunan sekolah di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Selasa (8/10 2019) lalu, terkuak.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius S.Ik.MH yang terjun langsung melihat situasi serta berbicara dengan masyarakat sekitar  menginformasikan kepada awak media, bahwa batu yang menghujani rumah warga merupakan dampak dari aktivitas blasting atau peledakan batu yang dilakukan oleh PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) pada Selasa (8/10/2019) siang sekitar pukul 13.00 wib.

Seperti diketahui, kejadian itu sempat membuat warga panik karena peristiwa itu ditandai dengan suara gemuruh dan dentuman yang begitu keras disusul dengan berterbangannya bebatuan besar

“Dari hasil pengecekan di lapangan oleh anggota dan menurut keterangan saksi, batu tersebut jatuh dari ketinggian sekira 500 meter menimpa rumah warga yang ada di bawah gunung,” kata Kapolres, kemarin.

Diungkapjan, dari tujuh rumah warga dan satu bangunan sekolah, dua di antaranya mengalami kerusakan yang cukup parah. Sedangkan yang lainnya mengalami kerusakan di beberapa titik setiap bangunannya


Langkah pertama yang dilakukan di TKP adalah mengevakuasi warga ke tempat yang aman dalam kejadian ini tak ada korban jiwa yang meninggal dunia dan personil Polres Purwakarta akan disiagakan di sekitar lokasi untuk terus memantau situasi hingga benar aman , Papar Kapolres

Sementara Manager Teknik  PT. MSS, Bambang Yuda kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan terus kooperatif dan berkoordinasi dengan semua pihak.

Menanggapi tuntutan warga yang meminta kompensasi , ganti rugi akibat peristiwa tersebut, perusahaan berjanji akan secepatnya mengganti segala bentuk kerugiannya.

"Masalah kerugian warga yang terkena imbas dari kejadian ini pihak perusahaan akan segera dan secepat mungkin memberikan konpensasi untuk mengganti semua fasilitas warga yang rusak, tapi seperti apa dan bagaimana caranya nanti kita akan berbicara dengan warga dan pihak terkait tentunya," pungkas Bambang.(A.Budiman)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama