Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kapolres Purwakarta Pastikan Hujan Batu Di Cihandeuleum Dampak Dari Aktivitas Blasting Pertambangan Batu


PURWAKARTA  (wartamerdeka.info) - Misteri hujan batu yang mengakibatkan kerusakan tujuh rumah warga dan satu bangunan sekolah di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Selasa (8/10 2019) lalu, terkuak.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius S.Ik.MH yang terjun langsung melihat situasi serta berbicara dengan masyarakat sekitar  menginformasikan kepada awak media, bahwa batu yang menghujani rumah warga merupakan dampak dari aktivitas blasting atau peledakan batu yang dilakukan oleh PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) pada Selasa (8/10/2019) siang sekitar pukul 13.00 wib.

Seperti diketahui, kejadian itu sempat membuat warga panik karena peristiwa itu ditandai dengan suara gemuruh dan dentuman yang begitu keras disusul dengan berterbangannya bebatuan besar

“Dari hasil pengecekan di lapangan oleh anggota dan menurut keterangan saksi, batu tersebut jatuh dari ketinggian sekira 500 meter menimpa rumah warga yang ada di bawah gunung,” kata Kapolres, kemarin.

Diungkapjan, dari tujuh rumah warga dan satu bangunan sekolah, dua di antaranya mengalami kerusakan yang cukup parah. Sedangkan yang lainnya mengalami kerusakan di beberapa titik setiap bangunannya


Langkah pertama yang dilakukan di TKP adalah mengevakuasi warga ke tempat yang aman dalam kejadian ini tak ada korban jiwa yang meninggal dunia dan personil Polres Purwakarta akan disiagakan di sekitar lokasi untuk terus memantau situasi hingga benar aman , Papar Kapolres

Sementara Manager Teknik  PT. MSS, Bambang Yuda kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan terus kooperatif dan berkoordinasi dengan semua pihak.

Menanggapi tuntutan warga yang meminta kompensasi , ganti rugi akibat peristiwa tersebut, perusahaan berjanji akan secepatnya mengganti segala bentuk kerugiannya.

"Masalah kerugian warga yang terkena imbas dari kejadian ini pihak perusahaan akan segera dan secepat mungkin memberikan konpensasi untuk mengganti semua fasilitas warga yang rusak, tapi seperti apa dan bagaimana caranya nanti kita akan berbicara dengan warga dan pihak terkait tentunya," pungkas Bambang.(A.Budiman)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama