![]() |
| Pasukan Houthi berbaris di kota pelabuhan Laut Merah Hodeidah (File: Media Militer Houthi via Reuters) |
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal ke Israel ketika perang dengan Iran meningkat. Pemberontak mengatakan mereka menembakkan rentetan rudal balistik yang menargetkan ‘situs sensitif militer Israel’ di Israel selatan.
Pemberontak Houthi di Yaman telah menyerang Israel dengan rentetan rudal balistik – serangan pertama mereka sejak perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran dimulai.
Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, mengumumkan serangan pada hari Sabtu terhadap televisi satelit Al Masirah milik pemberontak.
Serangan “akan terus berlanjut sampai tujuan yang dinyatakan tercapai, seperti yang dinyatakan dalam pernyataan angkatan bersenjata sebelumnya, dan sampai agresi terhadap semua lini perlawanan berhenti”, kata Saree.
Militer Israel mengatakan mereka mencegat satu rudal.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Saree memberi isyarat dalam sebuah pernyataan yang tidak jelas pada hari Jumat bahwa pemberontak akan bergabung dalam perang yang telah mengguncang Timur Tengah dan mengguncang perekonomian global.
Saree mengatakan pada hari Sabtu bahwa pemberontak menembakkan serangkaian rudal balistik yang menargetkan apa yang dia gambarkan sebagai “situs militer Israel yang sensitif” di Israel selatan.
Sirene berbunyi di sekitar Beersheba dan daerah dekat pusat penelitian nuklir utama Israel untuk ketiga kalinya pada Jumat malam hingga Sabtu ketika Iran dan Hizbullah terus menembaki Israel. Tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan. (Aljazeera/red)

