// Sakamoto Kaori dari Jepang meraih gelar juara seluncur es kejuaraan dunia di Praha, Republik Ceko, pada hari Jumat. // Israel bersumpah tidak akan menghentikan serangan meskipun ada upaya untuk mengakhiri perang. // ASEAN tetap berlangsung pada Mei, tetapi dipersingkat menjadi program 'minimalis' karena konflik Timur Tengah // Teheran menolak proposal 15 poin AS untuk mengakhiri pertempuran karena dianggap tidak adil. // Pemerintah Malaysia rencana mengurangi jumlah pekerja asing untuk mendorong perekrutan tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan. // Tiga juta warga Iran dan sekitar satu juta warga Lebanon terpaksa meninggalkan rumah mereka karena serangan AS-Israel.//

Trulli
Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal ke Israel ketika perang dengan Iran meningkat. Pemberontak mengatakan mereka menembakkan rentetan rudal balistik yang menargetkan ‘situs sensitif militer Israel’ di Israel selatan.

Beritanya..

Hossein: Pihak Iran akan terus melakukan perlawanan habis-habisan


Hossein Kanani Moghaddam, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, mengatakan kepada NHK pada hari Jumat bahwa dirinya skeptis terhadap pernyataan Trump yang meminta waktu untuk menyelesaikan pengerahan pasukan AS di kawasan itu, guna merebut pulau-pulau di Teluk Persia. Dirinya menekankan pihak Iran akan terus melakukan perlawanan habis-habisan.

Lanjut...

Kadisdik OKU Berikan Bantuan Uang Tunai Terhadap Dua Siswa SMP N 38 Korban Kebakaran


OKU (wartamerdeka.info) - M Fahri Assidik Bin Mukromin dan Revansyah bin Asdi, siswa SMP N 38 OKU yang menjadi korban kebakaran di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Lengkiti Kab. OKU nampak sumringah saat didatangi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Teddy Meilwansyah, SSTP. MM, Selasa (07/04/2020).

Kedatangan orang nomor satu di Disdik OKU ini guna menyerahkan bantuan berupa uang santunan kepada dua siswa tersebut, turut juga mendampingi kunjungan ini, Kabid Pembinaan SMP, M.Darojatun SE. ME, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Ahmad Azhar S STP, Ketua MKKS SMP OKU, Syaihon SPd. MM dan Kepala SMP N 38 OKU Dewi Susanti SPd. MM.

"Alhamdulillah, kami didampingi MKKS bisa bersilaturahmi dengan korban kebakaran yang mana anak dari korban ini merupakan siswa SMP 38 OKU, kita datang untuk memberikan suport serta dukungan moril kepada korban kebakaran ini," jelas Teddy

Dikatakan Teddy, pemberian bantuan berupa uang tunai ini sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kepada siswa sekolah dilingkungan Disdik OKU.

"Kalau ada musibah baik guru ataupun siswa kami harus mengambil peran hadir guna memberikan dukungan semangat kepada mereka," ujarnya.

Teddy berharap dengan adanya bantuan ini dapat sedikit membantu dan bermanfaat bagi korban. "Bantuan ini lebih kami titik beratkan kepada anak didik kami ini yang menjadi korban kebakaran di Lengkiti, tak ada satupun barang yang tersisa hanya ada baju dibadan, mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk biaya membeli keperluan sekolah anak tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, Parida ibu dari Revansyah korban dari musibah kebakaran ini mengaku sangat senang atas kedatangan dan bantuan dari Kadisdik OKU.

"Sangat senang pak, ditengah musibah ini kami dikunjungi oleh beliau," kata Parida.

Diceritakan Parida, musibah kebakaran itu terjadi pada selasa (31/3) sekitar pukul 00.30 wib, saat itu ia dan keluarganya sedang terlelap tidur, kemudian anaknya terbangun karena merasa kepanasan. Tiba-tiba ada suara tetangga yang berteriak ada api yang telah melahap dibagian depan rumah. .

Api tersebut, timbul dari depan rumah (teras) namun belum diketahui apa penyebab dari kebakaran tersebut, sedikitnya dua rumah yang berdekatan tersebut ludes rata dengan tanah akibat dilahap sijago merah. Api itu datangnya dari depan, untung mobil didekatnya masih bisa diselamatkan.

Atas peristiwa itu tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan bahkan kini ia dan tetangganya tidak ada tempat tinggal, namun berkat bantuan dari sanak saudara, kini ia mulai membangun rumahnya seadanya.

"Hanya ada baju di badan yang tersisa.  Keluarga saya terpaksa sementara tinggal di gudang kopi, tidak ada tempat tidur, kalau pak Asdi terpaksa numpang sama tetangga, harapan saya, rumah yang dibangun seadanya ini bisa cepat selesai," pungkasnya. (Maret)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama