Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


 


Moeldoko Vs SBY Siapa Yang Lebih Ksatria, Punya Integritas Dan Moralitas?

Oleh: Saiful Huda Ems - SHE

(Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Dr. Moeldoko)

DI pagi yang sejuk hari ini, manakalah saya sedang menikmati secangkir kopi hitam pekat, seorang teman menyuguhi saya link berita berisi analisa seorang pengamat politik yang nampaknya berpihak pada Pak SBY. Analisa politik yang nampak tergesa-gesa tanpa didasari data dan fakta, sehingga begitu mudah sang pengamat itu menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Moeldoko terhadap Partai Demokrat sebagai bentuk petaka demokrasi.  

Di zaman yang serba instan ini, memang banyak pengamat politik dadakan yang tidak mengikuti proses panjang terhadap apa yang harus dilalui oleh seseorang hingga ia bisa qualified disebut sebagai pengamat. Terkadang, hanya bermodal baca-baca link berita online dan melihat berita-berita politik di Tv saja, seseorang langsung bisa jadi pengamat politik. Celaka...Karenanya tidak heran, orang seperti itu gampang sekali mengambil kesimpulan.

Persoalan yang lebih besar lagi ternyata bukan hanya terletak pada adanya pengamat-pengamat dadakan itu, melainkan pula adanya figur-figur politisi pembuat berita yang biasa kita kenal pula dengan sebutan King Maker. Pak SBY misalnya, beliau merupakan King Maker atau sutradara pengekspose berita-berita soal KLB Partai Demokrat, namun sayangnya beliau tidak pernah tampil kstaria, tidak beritegritas dan tidak bermoral dalam mengekspose dan menyikapi move-move politik yang datang dari dirinya dan kembali menyerang dirinya sendiri itu. Maka pantaslah kita lukiskan itu dengan pribahasa, menepuk air di dulang terperciklah muka sendiri.

Demokrasi itu sesungguhnya tidak berdiri di atas ruang yang hampa, melainkan penuh dan padat nilai-nilai (values), ilmu, keadilan dan kebenaran yang bermanfaat bagi masyarakat atau ummat manusia. Jika tidak, maka demokrasi hanyalah slogan-slogan kosong tanpa makna dan arti apa-apa. Begitupula dengan persoalan pertikaian politik kontroversial antara Pak Moeldoko vs. SBY di Partai Demokrat ini, sesungguhnya merupakan sesuatu yang sangat kasat mata, dimana seorang Kepala Staf Kepresidenan dan mantan Panglima TNI, yakni Pak Moeldoko telah dengan beraninya menghentikan tingkah laku amoral dan tak ksatria serta tak berintegritas seorang mantan Presiden R.I dua periode yang dikenal sebagai Bapak Mangkrak yakni Pak SBY itu.

Pak SBY tidak ksatria karena menggunakan seluruh jajaran para pengurus Partai Demokratnya untuk selalu menyerang Pak Moeldoko melalui berbagai berita hoax dan baliho-baliho penuh hujatan pada Pak Moeldoko di berbagai daerah. Pak SBY tidak berintegritas, karena ucapan-ucapannya selalu provokatif dan tak mencerminkan jiwa seorang pemimpin yang layak dihormati dan dipercayai. Pak SBY tak bermoral, karena Pak SBY telah nyata tak pernah menghormati para pendiri dan kader-kader partai yang sejak dahulu bekerja keras membesarkan partai namun malah dilecehkan dan dihilangkan nama-namanya dari susunan pendiri Partai Demokrat.

Kemarin siang Pak Moeldoko sebagai Kepala Staf Kantor Presiden (KSP) telah mengadakan konferensi pers yang menjelaskan soal Tim Transisi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), namun para pasukan cyber Bapak Mangkrak Indonesia itu malah menyebarkan hoax, bahwa konferensi pers Pak Moeldoko di Bina Graha Istana Kepresidenan itu merupakan konferensi pers pernyataan mundurnya Pak Moeldoko dari KSP. Inilah contoh mutakhir betapa Bapak Mangkrak Indonesia itu memang tidak ksatria, tidak berintegritas dan tidak bermoral, yang selalu gemar menebarkan hoax dan provokasi. 

Akhirul kalam, apabila hal yang sudah saya jelaskan panjang lebar mengenai konflik politik Pak Moeldoko vs. Pak SBY ini masih membuat para pengamat politik dadakan membela Pak SBY, berarti mereka layak untuk diberi sebutan sebagai Kancil Pilek, yang tidak pernah peka mencium aroma kebusukan politik Bapak Mangkrak Indonesia.

Posting Komentar untuk "Moeldoko Vs SBY Siapa Yang Lebih Ksatria, Punya Integritas Dan Moralitas?"