Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kolonel (P) Iwa Kartiwa, Mantan Komandan KRI Nanggala 402 Terbaring Sakit Parah

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Kabar terbaru pasca tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402  ternyata menyisakan kisah kenangan bagi seorang warga Tasikmalaya yang kini terbaring sakit karena  terkena radiasi metal/mercury, sesuai hasil diagnosa dokter.

Dia adalah Kolonel  (P), Iwa Kartiwa. Selain pernah menjadi komandan Kapal Selam (Koarmatim) KRI Nanggala 402 tahun 2016-2019,  Iwa Kartiwa juga pernah menjadi komandan kapal selam milik Indonesia lainnya, sampai akhirnya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) TNI AL. 

Iwa lima bersaudara, tepatnya anak ke 4 , adik kandung dari Mantan Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal (Purn) Anton Charliyan. Dia adalah lulusan 1991 Akademi Angkatan Laut, dan sepanjang kalirnya itu, dia menjadi orang terpilih di pasukan khusus kapal Selam Indonesia.

"Namun Kini dia tidak berdaya di tempat tidur. Diurus sama isteri dan anaknya di jl. Paseh Kota Tasikmalaya Jawa Barat," ujar kakak kandungnya, yaitu mantan kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal (Purn) Anton Charliyan.

Anton pun membahas tentang besarnya resiko jadi anggota kru kapal selam.

Jika ada apa apa susah untuk menyelamatkan diri, mau keluar dari badan kapal, tubuh bisa langsung pecah karena tekanan kedalaman air laut. Beda sama pesawat terbang atau kapal laut, ada parasut dan pelampung.

"Saya berharap, pemerintah supaya bisa lebih memperhatikan para anggota pasukan khusus kapal selam yang selama ini mendedikasikan jiwa raganya untuk NKRI dan tetap menjaga kedaulatan. Pasukan khusus ini memang paling tidak ada celah untuk selamat, terutama  saat sedang bertugas di bawah laut, jika ada insiden," kata mantan calon Gubernur, Jawa Barat ini  kepada wartawan.

(H. Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama