Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Hipmi Lampung Utara Minta Pemkab Fokus Wisata Lokal

LAMPUNG UTARA (wartamerdeka.info) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) kabupaten Lampung Utara (Lampura) dorong keseriusan Pemerintah dalam membina dan mensupport ‘Wisata Lokal’ di Lampura melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Menurut Ketua Bidang Wisata Hipmi Lampura, Ade Chandra, ditarik dari identitas kabupaten Lampung Utara  saat ini belum membuahkan arah perjuangan kemana titik fokusnya.

Hipmi melirik dan merekomendasikan Pemkab Lampung Utara untuk fokus pengembangan dan pembinaan di bidang wisata.

”Lampung Utara memiliki jumlah desa yang luar biasa dan memiliki potensi di bidang Wisata Alam sehingga harus dapat dikelola dengan baik,”kata Ade Chandra, kepada media, Senin (24/1/2022) sore.

Ade melihat, kondisi desa-desa di kabupaten Lampung Utara sangat minim dukungan dari pemerintah daerah tentang wisata.

”Hipmi minta eksekutif dan legislatif mendukung kemajuan dan kebutuhan Wisata Lokal skala desa se-kabupaten Lampung Utara,”ujarnya.

Senada, Ketua Hipmi Lampura, Aldino Fandrie Wirawan Abung mengatakan, Hipmi Lampura meminta tahun 2022 seluruh desa yang miliki potensi wisata untuk di akomodir dan dibina dalam pengembangan wisata.

”Lampung Utara sangat butuh tempat wisata dan rekreasi lokal. Salah satu manfaat bila itu terlaksana maka dapat menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),”tuturnya.

Kepala Disporapar Lampura Imam Hanafi mengungkapkan, bahwa kondisi Disporapar Lampura sangat minim anggaran.

Menurut Imam, semua kebutuhan wisata adalah anggaran, mulai dari Administrasi, Sosialisasi dan Pelaksanaan.

“Sedangkan anggaran kita di dinas tidak ada kekuatan,”keluhnya.(yoke)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama