Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Nelson Paparkan Strategi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif

KAB GORONTALO (wartamerdeka.info) -  Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menseriusi pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif. upaya pengembangan anak usia dini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi. 

Pendidikan anak usia dini dilaksanakan dan dikembangkan dalam rangka pemenuhan hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, berkembang, dan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. 

Hal ini disampaikan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat  memberikan materi sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Implementasi Rencana Aksi Daerah Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo bertempat di Ballroom Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Jumat (18/2/2022). 

Dalam rangka mengembangkan program Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) tentu Kata Nelson, Pemerintah Kabupaten Gorontalo memilah mana masalah dan tantangan. 

Lanjut Nelson, permasalahan itu  antara lain, rendahnya status kesehatan dan gizi anak usia dini, rendahnya kesiapan anak untuk bersekolah, kurang optimalnya pola asuh anak oleh orangtua dan keluarga ,terbatasnya ketersediaan dan kualitas pelayanan  pengembangan anak usia dini, adanya kekerasan terhadap anak. 

Kemudian, terkait tantangan antara lain, bagaimana meningkatkan akses terhadap layanan pemenuhan hak tumbuh kembang anak, termasuk pengembangan anak usia dini holistik-integratif dan Bagaimana meningkatkan koordinasi pelaksanaan dan sinkronisasi kebijakan yang terkait dengan kualitas tumbuh-kembang dan kelangsungan hidup anak.

Untuk menyelesaikan masalah dan tantangan yang dihadapi, Pemerintah Kabupaten sudah menyediakan lokomotif strategi pengembangan anak usia dini holistik-integratif. 

“Antara lain, penguatan dan penyelarasan landasan hukum, peningkatan advokasi, komitmen, koordinasi dan kerjasama antar instansi pemerintah, lembaga penyelenggara layanan, dunia usaha, dan organisasi terkait, peningkatan kapasitas dan kompetensi kader, masyarakat, penyelenggara, dan tenaga pelayanan, penyediaan pelayanan yang merata, terjangkau, dan berkualitas, internalisasi nilai-nilai agama dan budaya; dan pemberdayaan  masyarakat melalui peningkatan pemahaman dan persiapan pra nikah calon pengantin, orang tua, keluarga, dan pengasuh pengganti dalam melakukan pengasuhan anak secara optimal,” beber Nelson. 

Nelson menuturkan, bahwa arah kebijakan pengembangan anak usia dini holistik-integratif di Kabupaten Gorontalo antara lain, peningkatan akses, pemerataan dan berkesinambungan serta kelengkapan jenis pelayanan pengembangan anak usia dini holistik-integratif, peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan pengembangan anak usia dini holistik-integratif.

“Peningkatan koordinasi dan kerjasama lintas sektor serta kemitraan antar institusi pemerintah, lembaga penyelenggara layanan, dan organisasi terkait, baik lokal, nasional, maupun internasional dan penguatan kelembagaan dan dasar hukum, serta pelibatan masyarakat termasuk dunia usaha dan media massa dalam penyelenggaraan pelayanan pengembangan anak usia dini holistik-integratif,” tutur Nelson. 

Bupati dua periode itu mengatakan juga, dalam mengembangkan lembaga pendidikan anak usia dini mewajibkan seluruh anak di Kabgor mengikuti pembelajaran PAUD sebagai syarat untuk masuk ke sekolah dasar (SD).

Hal ini pun kata Nelson sudah diperbup-kan dengan tujuan agar anak-anak kita tidak ada lagi yang terlewatkan. Semuanya dimasukkan dalam lembaga PAUD sebelum mereka dimasukkan ke SD. 

“Terakhir, salah satu tujuan dari rencana aksi daerah adalah upaya mengurangi kekerasan terhadap anak,” Tandasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama