// Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Juru Bicara Houthi Memperingatkan Serangan Jika Kapal AS Menyerang Iran dari Laut Merah


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Seorang juru bicara pemberontak Houthi di Yaman telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap militer AS jika kapal angkatan laut Amerika menyerang Iran dari Laut Merah.

Lanjut...

WMChannel


 

Terkait Pengakuan Bupati Romanus Suap Anggota DPR, Prof Siti Zuhro: Pelibatan Uang Dalam Pemekaran Daerah Harus Diusut Tuntas

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Unsur uang dalam pemekaran daerah sudah lama disuarakan, bukan kali ini saja. Mestinya kecenderungan pelibatan uang tersebut diusut tuntas sehingga menjadi pembelajaran berharga agar kasus yang sama tidak terulang lagi.  

Hal ini dikemukakan Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A, Peneliti Utama Ahli Utama Pusat Riset Politik - Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP-BRIN), hari ini,  menanggapi adanya pengakuan Bupati Merauke Romanus Mbaraka bahwa dia telah menyuap sejumlah uang kepada anggota DPR untuk meloloskan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Selatan.

Pengakuan itu  diungkapkan Bupati Romanus dalam video berdurasi 2 menit 29 detik yang beredar luas di publik. VIDEO ini diunggah akun Youtube Y.S Papua Channel.

Menurut Siti Zuhro, ketika kasus-kasus pelibatan uang dalam proses pemekaran tersebut tidak diselesaikan secara hukum, maka kasus pelanggaran seperti suap dalam meloloskan pemekaran daerah akan terus berulang. 

"Hal ini menunjukkan bahwa kepastian hukum dan penegakan hukum sangat lemah," ujanya.

Dia menyarankan, pertama, harus diusut tuntas masalah penyuapan bupati kepada DPR. Apalagi yang bersangkutan secara eksplisit mengakui itu. 

"Hukum harus ditegakkan. Pemekaran tidak boleh menjadi ladang transaksi antara elit lokal dan elit nasional. Mengapa? Sebab ini akan berakhir dengan bencana bagi daerah kalau pemekaran berdasarkan transaksional antar elit belaka," tandasnya. 

Kedua, terkait masalah hukum harus dibuktikan dengan fakta-fakta hukum agar jelas siapa melakukan apa, siapa berperan apa serta mendapatkan apa? 

"Kalau ada oknum anggota DPR RI yang terlibat, harus dihukum juga. Artinya, baik yang menyuap maupun yang disuap harus dihukum agar hal ini tidak terulang secara terus menerus," pungkasnya. (A)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama