Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Hasnah Syam Massifkan Sosialisasi Pencegahan Stunting Dari Hulu


BARRU- (wartamerdeka, info) - Massifkan sosialisasi Pencegahan Stunting dari Hulu,  Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem drg. Hj. Hasnah Syam, MARS., bersama BKKBN RI. menyasar pada kelompok melenial.

Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting berlangsung di gedung PKG Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Selasa (15/8/2023).

Sosialisasi pencegahan stunting kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya, karena pesertanya terdiri dari 300 orang remaja dan pelajar SMA, tergabung dalam Forum Genre se Kecamatan Tanete Rilau.

Sosialisasi ini dihadiri Dr. Indah Nurul Wulandari BKKBN Pusat, Perwakilan BKKBN Prov Sulsel, Pemerhati Pendidikan Teguh Iswara Suardi, Kadis PMD PPKB PPPA Jamaluddin S. Sos. MH. Camat Tanete Rilau, Lurah Lalolang, Kepala PKM Pekkae dan Pancana.


Hasnah Syam mengatakan, edukasi  Pencegahan stunting sangat penting dilakukan dari hulu melalui peningkatan gizi pada remaja dan pemeriksaan kesehatan sejak 3 bulan sebelum menikah. 

Menurutnya, remaja kelak akan menjadi orang tua yang diharapkan menghasilkan generasi baru yang tidak stunting. Oleh karena edukasi terkait stunting perlu diketahui oleh para remaja termasuk bagi para calon pengantin diharapkan agar memeriksakan kesehatannya tiga bulan sebelum menikah dilanjutkan dengan pendampingan oleh tim pendamping keluarga. 

"Ideal usia menikah minimal 21 bagi perempuan dan 25 bagi laki laki, di usia tersebut dari segi mental dan fisik sudah siap berumah tangga, alat reproduksi juga sudah siap membuahi sehingga ini mengurangi resiko melahirkan anak stunting", terang Mantan Kadis Kesehatan Barru ini.

Berdasarkan rilis Tim Media, dijelaskan bahwa dalam kesempatan itu, Hasnah Syam mengapresiasi BKKBN yang telah memiliki program GenRe dan PIK Remaja yang ada di setiap sekolah untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan edukasi pada remaja. 

"Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pranikah dan Napza guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan", terang Hasnah yang juga ketua TP PKK Barru. (Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama