Semangat Pancasila Pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2023


M
emaknai Hari Kesaktian Pancasila, sebagai Bangsa Indonesia sejatinya kita mengedepankan cara pandang dan cara berpikir yang makro.

Memaknai Pancasila Sakti tidak hanya ditandai dengan kegagalan usaha pemberontakan G30S/PKI yang ingin merubah ideologi Pancasila dengan ideologi komunis. Akan tetapi Pancasila adalah ideologi perekat bangsa yang plural dan memiliki keanekaragaman suku, budaya, agama, bahasa dan warna kulit.

Keanekaragaman tersebut, dapat dirajut dan dipersatukan dengan Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagaimana Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Semboyan negara ini menggambarkan kondisi Indonesia yang mempunyai banyak keragaman budaya, namun tetap menjadi satu bangsa.

Sementara itu. Pancasila disebut sakti karena Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama. Dari banyaknya perbedaan tersebut, ragam rintangan dilalui oleh bangsa Indonesia, termasuk peristiwa G30S-PKI.

Dan memang nyatanya, kesaktian Pancasila dibuktikan dengan kuatnya ideologi tersebut setelah diterpa badai yang mencoba menggoyangkan hingga memecah belah dasar negara itu (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Makna sakti dalam Kesaktian Pancasila adalah dipahami sebagai suatu sikap, pandangan yang menegaskan jika hanya Pancasila saja ideologi negara yang mampu membuat utuh kesatuan bangsa karena memiliki potensi yang kuat sebagai basis pemersatu masyarakat Indonesia yang majemuk.

Pancasila adalah nilai-nilai luhur yang mempersatukan kemajemukan Indonesia akan sangat bergantung pada kemauan serta kemampuan dari setiap anggota masyarakat untuk mengamalkan Pancasila itu sendiri secara konsekuen dan konsisten dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bisa juga dijadikan sebagai momentum Kebangkitan Bangsa Indonesia untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur dan nasionalisme serta memupuk tumbuhnya semangat membangun bangsa.

Perlu diingat, agar kita selalu memandang Pancasila sebagai perekat bangsa, bukan sekadar ideologi semata. Jangan memandang Pancasila sebelah mata hanya sekadar ideologi saja, akan tetapi pandanglah Pancasila sebagai perekat bangsa tanpa melihat perbedaan diantara satu dengan lainnya.

Mempertebal dan meresapkan keyakinan akan kebenaran, keunggulan, serta kesaktian ideologi Pancasila sebagai satu-satunya pandangan hidup rakyat Indonesia 

Beda Agama, beda Bahasa, beda Warna Kulit, namun tetap satu dalam Jiwa Bangsa Indonesia dengan Semangat Pancasila.

(Sjahrir Tamsi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama