Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Momen Hari Guru Nasional "Refleksi Dunia Pendidikan"

 

Oleh : Sjahrir Tamsi

Socrates pernah berkata: “Hidup yang tidak di refleksi tidak layak di hidupi.” Ada yang mengganti “refleksi” itu dengan kata “gugat”: “hidup yang tidak digugat tidak layak dihidupi.” Hidup, agar layak dihidupi, harus di refleksi atau digugat terus menerus. Jadi, syarat agar hidup layak dihidupi, maka ia harus di refleksi, digugat terus menerus. Visi ini mengandung tendensi anti kemapanan, selalu dinamis, aktif, terus bergerak, berkembang. Jangan sampai terjerat dalam ngarai kebekuan.

Refleksi
Refleksi berarti bergerak mundur untuk merenungkan kembali apa yang sudah terjadi dan dilakukan. Suatu yang harus dilakukan dengan sadar dan terencana, tidak spontan. Untuk itu perlu diberi ruang dan peluang. Media permenungan apa yang sudah dilakukan. 

Gerak mundur ini harus dilakukan agar kita mendapat kekuatan baru untuk melangkah ke depan. Ibarat atlet loncat jauh, harus terlebih dahulu bergerak mundur untuk mengambil ancang-ancang agar dengan itu ia bisa meloncat jauh ke depan. Atau seperti anak panah, yang ditarik ke belakang dengan tali busurnya dan dengan itu anak panah bisa melesat ke depan dengan cepat laksana kilat menuju sasaran.

Peran para guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia memang sungguh besar dan sangat menentukan. 
Guru dengan ilmu yang dibagikannya menjadi pelita bagi para peserta didiknya yang tengah "haus" ilmu pengetahuan sebagai bekal di masa depan mereka.
Peran guru memanglah sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan generasi para penerus bangsa Indonesia ini.

Berikut beberapa Deskripsi Refleksi dalam Dunia Pendidikan Jelang Momen HGN 25 November 2023 :

1. Wakasek 4 Bidang Hubungan Kerja Sama IDUKA, UPTD SMKN 1 Tapalang Barat, Safri Th, S.Pd. : 

Dengan melihat narasi HGN 2023, memberikan kita gambaran realitas yang terjadi pada sosok yang disebut Guru yang hanya mendapat penghargaan berupa ungkapan dan pujian sederetan kata. 

Kita tahu bahwa guru adalah sebuah profesi yang mulia yang selalu bekerja untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, melahirkan generasi bangsa yang gemilang yang akan mengisi kemerdekaan. Kita bisa membaca sejarah bagaimana Jepang yang hancur luluh lantah, namun mereka bisa bangkit dan berkembang hanya dengan Guru. Mereka mencari guru, mereka berkata masih adakah guru yang hidup? Mereka tidak takut ketika guru masih ada. Dan memang terbukti, hingga hari ini Jepang berkembang begitu pesat karena peran Guru.

Olehnya itu, kita berharap pada HGN di tahun 2023 ini, mereka guru, kepala sekolah dan Pengawas perlu mendapat penghargaan yang istimewa dari pemerintah sebagai bentuk apresiasi kepada mereka apalagi yang akan purnabakti di tahun 2024. Itulah doa kita semua sebagai wujud penghormatan kepada sesama profesi kami Guru.....Hidup Guru!

2. Kepala BPMP Sulawesi Barat, Dr. Haksan Darwangsa, M.S.i., :

Tantangan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) kita hari ini jauh lebih berat jika dibandingkan  pada era tahun 1980an. Pada masa itu ketulusan dan pengabdiannya terhadap dunia pendidikan tidak disangsikan lagi. walaupun disaat itu kesejahteraan mereka tidak sebaik saat ini.
Sekarang ini. para tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan menghadapi tantangan yang luar biasa dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang turut mempengaruhi berbagai aspek hidup dan kehidupan kita semua,  termasuk dunia pendidikan.

PTK dituntut harus lebih adaptif terhadap berbagai perubahan. PTK harus senantiasa meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran.

PTK harus proaktif membangun kolaborasi dan sinergitas sesama komunitas  tenaga PTK,  baik secara internal maupun eksternal di setiap satuan pendidikan. PTK juga harus mampu berpikir kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan secara optimal aset-aset yang dimiliki untuk melakukan problem solving (asset based thinking).

PTK saat ini pun harus mampu menunjukkan kinerja tinggi seiring dengan kesejahteraan yang diperolehnya sebagai wujud tanggung jawab moral terhadap kemajuan pendidikan. PTK kita saat ini harus kembali menguatkan jiwa dan semangat patriotisme sebagai pahlawan pendidikan untuk generasi kita. 

3. Kepala UPTD SMKN 1 Tapalang Barat Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat,  Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd., :

Untuk peringatan Hari Guru Nasional, 25 November 2023 ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek RI) mengangkat tema "Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar".
Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan tanggal 25 November selain sebagai HUT PGRI juga sebagai Hari Guru Nasional. 
Peran para guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia memang sungguh besar dan sangat menentukan. 
Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas memang selalu dipuji, terukir pula namanya sebagai prasasti dalam sanubari, bahkan pelita dalam kegelapan dan laksana embun penyejuk dalam kehausan. Seperti itulah lirik lagu Hymne Guru. Diundang upacara saja dalam memperingati HGN sungguh sumringah bagai kejatuhan bintang dari langit. Itulah ekspresi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas yang tak pernah memperoleh "Penghargaan". Baik berupa Suket, Piagam Penghargaan atau wujud lain dari pengabdiannya selama ini. Sehingga memang pantas kiranya hanya mendapat julukan sebagai Pahlawan "Tanpa Tanda Jasa".

Sejumlah Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat masih berharap bisa ikut upacara di Hari Guru Nasional Tahun 2024 mendatang, akan tetapi apa daya hendak dikata. Mereka tetap bersyukur bila hanya diperkenankan mengikuti Upacara HGN di penghujung tahun 2023 ini. Begitulah perilaku dan ekspresi "Sabar" yang ditunjukkan oleh para Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas pada umumnya. Pasalnya, mereka jelang purnabakti tahun 2024 yang akan datang.

Sesungguhnya diantara mereka, ada banyak prestasi yang ditorehkan selama pengabdiannnya sebagai ASN (Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas), baik dalam bentuk karya kreatif dan Inovasi maupun kegiatan-kegiatan yang diikutinya secara perorangan maupun atas nama satuan pendidikan atau lembaga sekolahnya ditingkat daerah dan di tingkat pusat.
Namun, adakah diantara mereka yang memperoleh "Penghargaan" di HGN 2023 ini. Hanya Tuhan YME, Yang Maha  mengetahui Segalanya.

Referensi  :
1. Dr. Haksan Darwangsa, M.Si. : Tantangan Tenaga PTK. Kepala BPMP Sulawesi Barat. Chat WA. 21 November 2023;
2. Drs. Sjahrir Tamsi : Hari Guru Nasional 2023. Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar. Wartamerdeka.Info, 15 November 2023;
3. Drs. Sjahrir Tamsi : Guru, Kasek dan Pengawas Selalu Dipuji dan Penghagaanya Tak Pernah Berwujud. Wartamerdeka.Info, 21 November 2023;
4. Fransiskus Borgias, Drs., M.A : Arti Penting “Refleksi” dalam Dunia Pendidikan, unpar ac.id. 2015;
5. Safri Th, S.Pd. : Guru, Kasek dan Pengawas Perlu Mendapat Penghargaan Yang Istimewah. Chat WA. 21 November 2023.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...