Yogyakarta, wartamerdeka.info, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) sedang gencar melakukan beberapa identifikasi tanaman yang usianya lebih dari 100 tahun. Dimana usia tanaman tersebut dapat dikatakan sebagai tanaman yang perlu dilestarikan sebagai kekayaan hayati khas DIY.
Selain itu, dalam rilisnya Pemkot Yogya, menyebutkan kegiatan ini juga upaya pelestarian cagar budaya.
Itu disampaikan Kepala Bidang Pertanian DPP Kota Yogyakarta Eny Sulistyowati saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/12).
Dia mengatakan, telah dilakukan identifikasi tanaman buah salah satunya varietas mangga jenis Semar dan Cempuro yang ada di dalam lingkungan Keraton Yogyakarta.
Dengan mengambil sampel dan pengecekan secara keseluruhan pada tanaman mangga di Keraton Yogyakarta, sebagai upaya pemerintah untuk melestarikan tanaman langka yang ada di Kota Yogyakarta.
“Kita ingin mempertahankan dan melestarikan tanaman yang memiliki ciri khas dan nilai untuk menjadi identitas di Kota Yogyakarta. Dimulai dari Keraton Yogyakarta dan ke depannya akan merambah wilayah lain di Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Jika memang tidak ada tanaman yang menyamai di daerah lain, maka tanaman tersebut menjadi varietas asli lokal yang ada di Kota Yogyakarta.
Dengan dimulainya identifikasi, lanjutnya, tanaman langka di wilayah Keraton Yogyakarta, ke depannya warga sekitar juga ikut melestarikan tanaman langka lainnya.
“Semoga tanaman langka lainnya yang belum di jumpai dapat terus dilestarikan pemiliknya. Sehingga ke anekaragaman hayati dan kekayaan budaya bisa sampai ke anak cucu kita atau keturunan kita. Kalau kita tidak peduli, lalu siapa lagi,”ungkapnya.
Tanaman buah langka lainnya ada di varietas alpukat Suro di Surokarsan, Mergangsan, varietas alpukat dan durian bangkok putih di Puro Pakualaman, varietas duku di Nitikan, Sorosutan, Umbulharjo serta yang paling urgen untuk diselamatkan ada pada varietas mangga menyan di Tamansari.
Pengelola Teknologi Perbenihan DPP Kota Yogyakarta, Rijkhy Syakur Azinda mengungkapkan, jika ditemukan tanaman langka, tahapan yang perlu dilakukan DPP Kota Yogyakarta diantaranya dengan melakukan identifikasi langsung ke lapangan.
Selanjutnya diamati hingga semua tanaman berbuah untuk mendapatkan sampel.
Sampel yang sudah terkumpul akan diteliti lebih dalam mulai dari sampel batang pohon, daun, bunga dan buahnya.
Selanjutnya akan diidentifikasi lagi varietas ke tanaman yang lainnya. Jika varietas tanaman tersebut belum terdaftar maka akan didaftarkan menjadi tanaman asli Kota Yogyakarta.
Untuk proses keluarnya sertifikat dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (P2VTPP) diperlukan waktu yang sangat lama hingga dua tahun lamanya.
“Kita bisa lihat dari tingkat kadar buah, batang, daun. Identifikasi ini dilakukan sedetail mungkin. Bahkan untuk melakukan proses ini hingga mendapatkan sertifikat memerlukan waktu yang sangat lama hingga 2 tahun. Hal ini sudah pernah dilakukan di Kampung Nitikan yang sudah memiliki nomor daftar varietas duku,”ujarnya.
Ia menambahkan, pentingnya sertifikat ini berguna untuk penyebaran dan pengembangan bibit baru agar bisa mendapatkan pelepasan benih bersertifikat. (Hes/wm)
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Serangan Iran terhadap pembangkit listrik dan desalinasi air di Kuwait telah menewaskan seorang pekerja India dan merusak sebuah bangunan di lokasi tersebut, seiring meningkatnya ketegangan regional di tengah perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
“Sebuah gedung layanan di pembangkit listrik dan desalinasi air diserang sebagai bagian dari agresi Iran terhadap Negara Kuwait, yang mengakibatkan kematian seorang pekerja India dan kerusakan material yang signifikan pada bangunan tersebut,” kata Kementerian Kelistrikan Kuwait dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.
Tim teknis dan tanggap darurat segera dikirim ke lokasi untuk menangani dampak serangan dan memastikan kelanjutan operasi normal, tambahnya.
Tidak ada komentar resmi dari Iran, di mana media pemerintah mengutip kementerian Kuwait yang mengatakan bahwa ada kerusakan yang luas di pabrik tersebut sebagai akibat dari serangan itu.
Melaporkan dari Kota Kuwait, Malik Traina dari Al Jazeera mengatakan Kuwait telah menjadi sasaran serangan berulang kali sejak dimulainya perang AS-Israel terhadap Iran lebih dari sebulan yang lalu.
“Baru kemarin malam, Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa 14 rudal dan 12 drone terdeteksi di wilayah udara Kuwait, dan beberapa drone tersebut menargetkan sebuah kamp militer, di mana 10 prajurit terluka,” katanya. “Mereka telah dibawa ke rumah sakit dan telah menerima perawatan medis.”
Eskalasi regional terus meningkat sejak dimulainya serangan AS dan Israel terhadap Iran, yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang – termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, beberapa pejabat tinggi lainnya, dan setidaknya 216 anak-anak, menurut otoritas Iran – dan menghancurkan infrastruktur penting.
Pasukan Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan negara-negara regional yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Iran juga secara efektif memblokir Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair global, sebuah langkah yang telah mendorong kenaikan harga energi dan mengguncang pasar keuangan.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menghentikan sementara ancaman serangan terhadap pembangkit energi Iran selama 10 hari hingga 6 April. Iran mengatakan akan membalas dengan serangan sendiri terhadap lokasi energi di seluruh wilayah Teluk jika fasilitasnya diserang.
Perang ini telah mengungkap kerentanan infrastruktur air yang penting di wilayah yang termasuk paling kekurangan air di dunia.(Aljazeera/red)


