// Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. //

Berita Foto

Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa


Perang proksi sektor minyak Libya terjadi selama ketegangan Hormuz, menciptakan kerentanan pasokan yang berbahaya bagi pasar global.

Lanjut...

Ahmad Supyandi, Pelestari Budaya Peraih Sertifikat Lembaga Internasional

Ahmad Supyandi, pemuda pelestari budaya Banten peraih sertifikat lembaga internasional Perdamaian Budaya Dunia 202 Negara.

Tak dipungkiri, teknologi internet saat ini semakin canggih memudahkan masyarakat untuk berinteraksi dan berbagi informasi. Namun kecanggihannya menimbulkan keprihatinan bagi sebagian masyarakat, lantaran berimbas pada budaya Indonesia yang nyaris sirna. 


Kondisi ini menyentuh hati seorang pemuda untuk berbuat sesuatu, agar budaya Indonesia tetap kokoh sebagai jati diri bangsa. 

Sebut saja namanya Ahmad Supyandi. Pria kelahiran kota baja Cilegon Banten 25 tahun silam ini, mengaku sangat prihatin internet berpotensi merubah perilaku pemuda yang semakin jauh dari peradaban.

Maka sangat tepat bagi lembaga Perdamaian Budaya Dunia 202 Negara, memberikan penghargaan berupa sertifikat atas upayanya melestarikan budaya di Indonesia. 

Ahmad Supyandi saat diwawancarai awak media lantaran kiprahnya melestarikan budaya Banten dengan gayanya yang khas. 

Pria yang sehari-hari dipanggil Usup Djasun ini, mengaku memperoleh sertifikat lantaran dirinya aktif membina kaum muda, melalui kegiatan pencak silat dan seni tari di organisasi Sadulur Kanthi Tujuan Siji, yang didirikannya sejak tahun 2023 silam. 

Pria yang lahir tepatnya di Link Tegal Buntu, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, mengaku selain pencak silat juga konsen pada kebudayaan, serta aktif mengajar seni tari untuk usia anak sampai remaja. 

"Alhamdulillah penghargaan ini menjadi dasar semangat saya dan kawan-kawan agar tetap konsisten membina generasi bangsa," kata Supyandi.

Ia mengaku penghargaan yang diterima dari lembaga internasional itu tidak untuk dirinya, tetapi untuk rekan lain atas perjuangan bersama memelihara budaya. 

"Penghargaan yang saya terima tidak untuk pribadi tetapi milik bersama rekan seperjuangan yang ikut melestarikan budaya," ujar Supyandi.

Kendati usia organisasinya baru seumur jagung, tetapi saat ini sudah ratusan pemuda mengikuti jejaknya bergabung di Sadulur Kanthi Tujuan Siji atau SAKTI. 

Ia mengakui, aktivitasnya melestarikan budaya karena semangat yang sama dengan teman lain yang selalu tegak lurus dalam barisan satu komando.

Anak dari pasangan suami istri, Surjana dan Raskah, ini sejak kecil sudah nampak sebagai aktivis. Ia aktif di kepramukaan, paskibra, organisasi kesiswaan dan atlet pencak silat serta mengikuti sanggar-sanggar budaya di kota kelahirannya.

"Saya dan rekan bertekad akan terus mengabdikan diri untuk melestarikan budaya, khususnya di Banten," kata Ahmad Supyandi.

Sebagai informasi, Lembaga Perdamaian Budaya Dunia 202 Negara, menerbitkan sertifikat bagi mereka yang konsen terhadap keharmonisan antar sesama makhluk Tuhan, yang selaras dengan tugas khalifah. 

Menegakan keadilan dan memelihara lingkungan, mewujudkan kesatuan dan persatuan, mencegah kemungkaran dan memimpim dengan amanah serta melindungi hak masyarakat. (Josep Minar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama