Skip to main content

Bermain Karambol, Berakhir Di Penjara

-2 Bulan Kasusnya Masih Nyantol Di Kejaksaan

LAMONGAN- Malang benar nasib enam orang ini, yakni M. Fdl, M. Skun, Mul, Mjb Rdwn, Mskun dan Rjono semua warga desa Ngayung kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan – Jawa Timur. Pada awal Ramadhan lalu, tepatnya, pada 15 Agustus tengah malam, mereka tengah asyik bermain karambol sambil menunggu waktu sahur di sebuah warung kopi didesanya. Tiba-tiba petugas kepolisian setempat menggerebeknya. Mereka tak bisa mengelak. Saat penggerebekan tersebut, salah satu pelaku kedapatan membawa uang Rp 16ribu ditaruh di bagian telapak kakinya (diinjak).

Petugas lalu membawa keenam pelaku ke Mapolsek Maduran, berikut satu unit karambol, enam unit motor dan uang belasan ribu sebagai barang bukti. Selain itu, HP dan dompet pelaku juga digeledah petugas kepolisian. “Saat dompet digeledah hanya ada uang Rp 200ribu, Mas,” kata salah seorang pelaku.

Ironisnya, sehari pasca penggerebekan, enam unit motor pelaku yang diangkut ke Mapolsek setempat dikembalikan ke pihak keluarga pelaku dengan jaminan. Informasi yang diperoleh wartamerdeka.com menyebut dari enam unit motor tersebut keluarga pelaku memberi jaminan sebesar Rp 6juta atau Rp 1 juta per motor. “Selain motor HP juga dikembalikan,” tambah salah seorang pelaku.

Kanitreskrim Polsek Maduran Joko saat dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan tersebut, namun saat ditanya kaitan uang jaminan enam unit motor yang ikut diamankan polisi, pihaknya enggan berkomentar. “Kalau soal itu, anda tanyakan langsung ke kades Maduran,” kata Joko melalui pesan sms. Sementara kasus tersebut, hingga kini masih nyanthol di kejaksaan Negeri Lamongan.

Lukman Hakim dari LBH Albana Lamongan, ketika diberitahu adanya enam unit sepeda motor tersebut mengaku kaget, pasalnya, kalau itu barang bukti tidak semudah itu, sedangkan jika tidak termasuk barang bukti, kenapa harus diamanakan juga. “Lho, maya iya, motor juga ikut diamankan polisi,” ujar Lukman.

Beberapa keluarga pelaku sangat berharap kasus ini secepatnya bisa diselesaikan, karena setidaknya ada 2 alasan, pertama, saat penggerebekan dilakukan pada bulan Ramadhan dan saat bermain karambol ada tujuan begadang sambil menunggu saat sahur, jadi tidak semata-mata berjudi. Kedua, pada saat penggerebekan tepat pada malam 15 Agustus, justru penjahat kelas kekap dan koruptor banyak dibebaskan. “Kenapa masalah seperti ini, sampai masuk ke penjara, dan hingga kini masih nyanthol di kejaksaan?” kata salah seorang perwakilan dari keluarga pelaku. (Mas/wartamerdeka.com)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).