Skip to main content

Kebutuhan Semen Dalam Negeri Tinggi, Perlu Dibangun Pabrik Baru

REMBANG-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rembang, mengutip laporan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas)mendata, kebutuhan semen dalam negeri setiap tahun meningkat. Hingga 2020 mendatang kebutuhan per tahun mencapai 120 juta ton, sedangkan kapasitas produksi semen saat ini sekitar 47,6 juta ton. Sehingga diperlukan pendirian pabrik semen baru untuk memenuhi permintaan pasar. Ini  membuka peluang besar investasi bagi Kabupaten Rembang. Potensi tambang kapur, bahan baku utama semen membentang luas di wilayah selatan kota penghasil garam ini. 

Dari data Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) setempat seperti yang dipaparkan Bupati Rembang H Moch Salim kepada Gubernur Jawa tengah H Bibit Waluyo di salah satu lokasi tambang kapur di desa Tegaldowo kecamatan Gunem, luasan tambang kapur mencapai 5 ribu hektar. Dengan deposit per hektar sekitar 1 juta ton kapur.

Disebutkan H Moch Salim, hingga September tahun ini sudah ada 7 calon investor tertarik mendirikan pabrik semen di Kabupaten Rembang. Salah satunya yakni PT Semen Gresik.  Agar rencana berjalan mulus, pemkab Rembang akan mempermudah ijin yang dibutuhkan dan dijanjikan meningkatkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk memperlancar arus pengiriman semen apabila pabrik jadi berdiri.      

Sementara itu dari pihak PT Semen Gresik yang serius berinvestasi di kabupaten Rembang melalui Suharto Direktur Penelitian dan Pengembangan diperoleh penjelasan, perusahaannya selain mendirikan pabrik juga membutuhkan kawasan tambang kapur cukup luas. PT Semen Gresik membutuhkan lahan kurang lebih sekitar 700 hektar.

Menurut Suharto, sesuai dengan ketetapan pemkab Rembang yang menunjuk dua kecamatan yakni Sale dan Gunem sebagai bakal lokasi pabrik semen baru, perusahannya akan memilih salah satu tempat. Namun lokasi tambang sudah dipilih, di kecamatan Sale meliputi desa Tahunan, Bitingan, Jinanten dan Gading, sedangkan di kecamatan Gunem meliputi desa Tegaldowo, Suntri, Lengkir dan Kajar. 

Suharto menambahkan, potensi tambang kapur di kabupaten Rembang memang sangat luar biasa. Dengan lahan seluas mencapai 5 ribu hektar dimana per hektar menghasilkan antara 1 juta ton kapur. Karena kebutuhan pabrik semen atas bahan tambang kapur sekitar 2,5 juta ton per tahun, tentu potensi tambang yang ada dapat dieksploitasi hingga beratus-ratus tahun kedepan.

Ditegaskan, tentunya potensi tersebut membuat antusiasme perusahaan semen untuk berinvestasi di Kabupaten Rembang sangat tinggi. (hasan/kir/wartamerdeka.com)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.