Skip to main content

Ketua DPRD Kabupaten Subang Diisukan Akan diganti

SUBANG-Isu soal pergantian Ketua DPRD Kabupaten Subang kini tengah berhembus kencang. Isu yang beredar menyebut yang akan menggantikan Ketua DPRD Kab. Subang Atin Supriatin adalah Rusnatim SE (Ating) yang kini Ketua Fraksi PDI-Perjuangan.

Menanggapi hal itu, Rusnatim SE kepada wartamerdeka.com, Kamis (14/10)  menyatakan, pergantian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang itu hanya sebuah wacana dan tidak benar. Pasalnya pergantian Ketua DPRD  tidak semudah itu harus melalui mekanisme partai yang mengacu kepada AD/ART Partai.

Selanjutnya dijelaskan oleh Rusnatim SE yang akrab dipanggil Ating, dalam menjalankan tugasnya Atin Supriatin  menjadi ketua DPRD kabupaten Subang  setahu dirinya belum tercela bahkan dalam menjalankan tugasnya beliau berjalan sesuai dengan aturan kode etik.

“Kalaupun nanti ada pergantian  ditentukan oleh hasil rapat pleno internal partai PDI-Perjuangan kabupaten Subang,”ujarnya.
  
Mengenai isu dirinya yang layak menggantikan Atin Supriatin sebagai ketua DPRD sampai saat  ini dirinya mengaku belum terpikirkan. Justru  menurutnya pergantian ini hanya wacana yang masih jauh mengarah ke prosedur pergantian ketua DPRD Kabupaten Subang.

Dikatakanya, setiap orang boleh memberikan penilaian kinerja terhadap orang lain namun mengenai pergantian ketua DPRD  yang kini ramai dibicarakan itu masih sebatas isu.

Sementara itu Atin Supriatin  Ketua DPRD Kabupaten Subang yang kini jadi bahan pembicaraan sepertinya tidak terlalu mengindahkan. Isu itu tidak benar,”tegasnya. (ASEP/HRD)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

SMA N 9 Kota Bekasi Sukses Gelar Kompetisi Olahraga NSC

BEKASI (wartamerdeka) - Kegiatan kompetisi olahraga bertajuk  Niners Sport Competition (NSC) yang ke 4 tahun 2017 sukses digelar SMAN 9 Kota Bekasi.