Skip to main content

Polres Rembang, Tangkap 2 pelaku Penggelapan

REMBANG-Bingung ditagih tunggakan cicilan kredit sepeda motor, membuat seorang nasabah leasing gelap mata. Bekerja sama dengan rekannya yang bekerja sebagai teknisi servis salah satu dealer, mereka menukar onderdil sepeda motor untuk mendapatkan uang. Hanya sehari menikmati uang haram, kedua pelaku tertangkap dan kini mendekam di sel tahanan Mapolres Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Kukuh Kalis Susilo didampingi Kanit 1 Reskrim Aiptu Martoyo menjelaskan, tersangka pertama nama Bejo Supriyanto bin Sulimin usia 32 tahun, warga RT 1-RW 3 desa Sulang kecamatan Sulang. Tersangka kedua nama Moh Teguh Arifin bin Sawin usia 25 tahun, warga RT 2-RW 4 desa Sumberjo kecamatan Rembang kota.

Aiptu Martoyo menjelaskam, tersangka pertama Bejo Supriyanto merupakan nasabah salah satu perusahaan leasing, dia membeli sepeda motor Suzuki Satria F tahun 2005 di dealer Suzuki Indo Sun Rembang secara kredit, berjangka waktu 36 bulan.

“Namun pada masa bayar cicilan ke empat bulan September kemarin ternyata macet dan terus ditagih oleh pihak leasing,” terangnya..

Dia menyebutkan, tersangka Bejo menghubungi rekan baiknya Moh Teguh Arifin yang sehari-hari bekrja sebagai tekhnisi servis dealer Indo Sun. Bejo berkeluh kesah sedang butuh uang untuk membayar tunggakan cicilan kredit sepeda motor.

“Sementara Moh Teguh kepada sahabatnya mengaku juga sedang krisis uang,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, tersangka Moh Teguh mengatakan kepada Bejo bila pihak leasing baru saja menarik sepeda motor sejenis dengan miliknya keluaran tahun 2010. “Mendengar cerita kawannya, Bejo berinisiatif menukarkan onderdil dan usul itu disetujui Moh Arifin,” ungkapnya..

Diterangkan, akhirnya mereka melakukan penukaran onderdil pada Jumat malam kemarin sekira tengah malam, berupa buring, slinder skock dan velg racing. Keesokan harinya Bejo membawa sepeda motor ke tukang loak dan kembali menukar onderdil dengan barang serupa yang ada di tempaat tersebut. “Oleh tukang loak, barang yang dilego Bejo dihargai Rp 2,5 juta,” tutur Aiptu Martoyo.  

Dijelaskan, ulah Bajo dan Moh Teguh terungkap saat marketing leasing bernama Kahid datang ke dealer Indo Sun mengambil sepeda motor tarikan. Saat meyaksikan dengan cermat kahid mendapati ada sedikit lecet di buring dan setelah diteliti ternyata barang tersebut telah ditukar dari sepeda motor sejenis.

“Kecurigaan mengarah kepada Moh Teguh Arifin selaku teknisi servis. Saat dicecar oleh pemilik dealer, akhirnya dia mengaku telah menukar onderdil bekerja sama dengan rekannya Bejo Supriyanto,” jelas Aiptu Martoyo.

Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polres Rembang dan setelah anggota reskrim melakukan pendalaman serta memeriksa barang bukti, benar ada tindak kriminalitas penggelapan, maka kedua pelaku ditangkap.

“keduanya ditangkap anggota kita di kediaman masing-masing padsa Sabtu malam. Berikut diamakan dua barang bukti sepeda motor yang saling ditukar onderdilnya,”tambah Aiptu Martoyo.

Bejo saat ditanya menjelaskan tengah bingung mencari uang karena terus ditagih oleh pihak leasing. Sehingga tatkala mendengar ada sepeda motor serupa ditarik oleh dealer lantas muncul ide menukar onderdil untuk dijual kembali. “Uangnya saya gunakan untuk membayar tunggakan cicilan,” sebutnya.

Sedangkan Moh Teguh Arifin menjelaskan, ketika itu dia sedang krisis sedangkan stok susu untuk anak balitanya habis, sehingga setuju saat diajak menukar onderdil.

“Karena sedang kepepet butuh uang, saya mau saja meski hanya dibayar 100 ribu rupiah oleh Bejo,” terangnya

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal emat tahun. (hasan/kir)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).